Selasa, 12 Mei 2026

Tangerang Raya

Hari Ini 20 Titik Banjir di Kota Tangerang, Ketinggian Banjir antara 20-40 CM

Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono menyebutkan, sebanyak 20 titik banjir terjadi pada hari ini.

Tayang:
Penulis: AndikaPanduwinata | Editor: Intan UngalingDian
Tribun Tangerang/Andika Panduwinata
Warga berjalan di atas genangan air di Galeong, Karawaci, Kota Tangerang, Sabtu (28/5/2022). Banjir ini disebabkan karena hujan deras dan tanggul jebol. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Kota Tangerang dilanda banjir Sabtu (28/5/2022). Banjir ini merendam pemukiman penduduk hingga akses jalan.

Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono menyebutkan, sebanyak 20 titik banjir terjadi pada hari ini yang tersebar di 9 kecamatan di Kota Tangerang.

"Titik-titik genangan ini berada di 9 Kecamatan dari total 13 Kecamatan yang ada di Kota Tangerang," ujar Ruta kepada Tribuntangerang.com, Sabtu (28/5/2022).

Sembilan kecamatan yang terendam banjir yakni Larangan, Benda, Ciledug, Tangerang, Batuceper, Pinang, Karawaci, Periuk, dan Karang Tengah.

Ketinggian banjir di kecamatan tersebut bervarian antara 20-40 cm.

Banjir disebabkan karena curah hujan tinggi dan luapan air disebabkan karena tanggul sungai jebol.

 Petugas melakukan tindakan memompa air di sejumlah titik banjir tersebut.

"Ada juga turap yang jebol seperti di wilayah Blok Teko, Batuceper. Kami segera tangani hingga genangan cepat surut," kata Ruta. 

Baca juga: Rina Sedih Warung Nasi selalu Terendam Banjir setelah Diguyur Hujan Deras di Galeong Karawaci

Baca juga: Hujan Deras dan Kali Sabi Meluap Membuat Akses Jalan Terputus di Kota Tangerang

Banjir yang merendam Kota Tangerang membuat warga tidak bisa bekerja seperti biasa.

Seperti Rina (38) tidak bisa membuka warung nasinya karena tempatnya berjualan tergenang air.

Rina hanya tertunduk lemas melihat warung miliknya tergenang air, Sabtu (28/5/2022).

Warung yang berlokasi di Galeong, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang itu dipenuhi air akibat banjir karena hujan deras dan aliran Kali Sabi meluap.

Dia lelah karena harus terus menerus mengalami kebanjiran sehingga tidak bisa berjualan.

Pasalnya, banjir yang menggenangi warungnya tidak bisa melayani pelanggannya sehingga tidak bisa mendapat penghasilan.

"Capek tiap hujan, banjir terus," ujar Rina tampak menghela nafas dalam-dalam saat dijumpai Tribuntangerang.com,  di Galeong, Sabtu (28/5/2022).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved