Tangerang Raya

2 Wakil Rektor UIN Jakarta Menang Gugatan Minta Rektor Cabut Keputusan Pemecatan

Dua Wakil Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Andi Faisal Bakti dan Prof Masri Masoer memenangkan gugatan.

Tribun Tangerang/Rafzanjani Simanjorang
Dua Wakil Rektor Universitas Islam Neger (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Andi Faisal Bakti dan Prof Masri Masoer minta Rektor UIN Jakarta mencabut keputusan pemecatannya karena kasasi ditolak MA, Selasa (19/7/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Dua Wakil Rektor Universitas Islam Neger (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Andi Faisal Bakti dan Prof Masri Masoer memenangkan gugatan.

Pasalnya, Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi dari Rektor UIN  Jakarta, Armany Lubis atas pemecatan keduanya.

Berawal dari pemecatan sepihak yang dilakukan Rektor UIN Jakarta tahun lalu, keduanya lantas melakukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara Serang.

Pada tingkat pertama, PTUN Serang memenangkan keduanya dan menyatakan batal atau tidak sah masing-masing Surat Keputusan pemberhentian keduanya Nomor 167 dan 168 Tahun 2021 yang ditandatangani Rektor UIN Jakarta.

Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Armany Lubis melakukan banding.

Namun kasasinya ditolak Mahkamah Agung sehingga secara hukum keduanya bisa mendapatkan haknya kembali.

"Sebagai upaya hukum kan sudah yang tertinggi, yaitu keputusan MA. Saya berharap rektor menghormati keputusan hakim, sebagai bentuk ketaatan hukum," ucap Masri Masoer, wakil rektor 3 bidang kemahasiswaan, di Gedung Rektorat UIN Jakarta, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Selasa (19/7/2022).

Baca juga: Rektor UIN Jakarta Amany Lubis Sediakan 2.500 Dosis Vaksin Covid-19 untuk Masyarakat Umum

Menurut dia, perguruan tinggi sebagai institusi tertinggi dalam mengawal moral keadilan dan kebenaran, dan harus bisa diwujudkan.

Dia masih menunggu rektor mencabut keputusan pemecatan, paling lama 90 hari dari salinan keputusan pengadilan.

"Kalau sudah 90 tidak dilaksanakan, akan ada upaya hukum lagi. Bagaimana nantinya, itu kuasa hukum yang tahu," ucapnya.

Sementara itu, kuasa hukum keduanya, Mujahid A Latief meminta rektor turut merehabilitasi nama baik keduanya selain mencabut keputusan pemecatan.

Saat memberikan salinan keputusan kepada rektor, pihaknya menjelaskan rehabilitasi nama baik, termasuk pengembalian keduanya ke tugas dan fungsi awal keduanya sebelum dipecat.

Jika rektor ingin melakukan peninjauan kembali terhadap putusan kasasi MA, Mujaid menjelaskan, hal tersebut tidak akan menghalangi eksekusi putusan MA. 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved