Pesawat TNI AU Jatuh
Inilah Profil Golden Eagle Pesawat Buatan Korsel, Terbang Perdana Tahun 2002
Pesawat tempur TNI AU jenis T50i Golden Eagle jatuh di Blora, Jawa Tengah, Senin (18/7/2022). T-50 adalah buatan Korsel yang terbang perdana 2002.
Penulis: Ign Prayoga | Editor: Ign Prayoga
TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG -- Pesawat tempur TNI AU jenis T50i Golden Eagle jatuh di Blora, Jawa Tengah, Senin (18/7/2022).
Dikutip dari laman indomiliter, T50i Golden Eagle masuk dalam kelompok jet tempur taktis yang punya predikat lightweight multirole fighter.
T-50i adalah pesawat buatan Korea Selatan atau Korsel yang dilengkapi flight control system. Pesawat ini juga menyandang gelar lead in fighter trainer atau jet tempur latih tingkat lanjut.
Dibidani para insinyur Korea Aerospace Industries (KAI) dengan dukungan teknologi Lockheed Martin, varian pertama T-50 terbang perdana pada tahun 2002. Tiga tahun kemudian, tepatnya pada Februari 2005, jet tempur ini resmi diperkenalkan ke publik.
Sebagai jet tempur dengan citarasa AS, T-50 memiliki desain menarik, di antaranya mengusung gaya hybrid antara F/A-18 Hornet pada sisi depan dan buritan serta mengacu pada konsep F-16 Fighting Falcon.
Di negeri asalnya, T-50 didapuk sebagai jet latih bagi penerbang untuk transisi ke jet F-16 atau F-15.
Keluarga T-50 secara keseluruhan terdiri dari T-50 (versi dasar), T-50B, TA-50, dan FA-50. Seri paling canggih sudah barang tentu FA-50 yang punya kapabiltas tempur paling tinggi.
Tapi secara umum, KAI merancang tipe TA-50 dan FA-50 untuk misi tempur udara ke udara dan udara ke permukaan. Wujudnya, baik TA-50 dan FA-50 dilengkapi dengan kanon internal, sebaliknya T-50 dan T-50B yang diandalkan untuk tim aerobatic, minus kanon internal.
Tipe yang dibeli Indonesia adalah T-50i, atau merujuk ke tipe TA-50 yang dilengkapi kanon internal Vulcan M197 20 mm yang menjadi senjata organik. Kanon ini mengusung konsep gatling dengan tiga laras putar.
Ditempatkan pada sisi kiri kokpit, serupa dengan penempatan kanon Vulcan pada jet F-16 yang memakai gatling dengan enam laras. Vulcan M197 juga digunakan pada helikopter serbu AH-1Z Cobra.
Perihal keberadaan kanon internal, di awal kehadiran T-50i sempat menimbulkan kontroversi, karena dalam beberapa foto tidak terlihat adanya laras kanon di pesawat T-50.
Kecanggihan T-50i terletak pada flight control system, di antaranya pesawat berkursi tandem ini sudah menggunakan fly by wire digital flight control, active stick technology, on board oxygen generation system (OBOGS), electrical emergency power unit, triple redundant electrical system, dan digital break by wire.
Sementara pada bagian dalam kokpit, sudah terbenam layar HUD (head up display), integrated up front control, color multifunction displays, HOTAS (Hand on Throttle and Stick), dan untuk kursi lontar menggunakan Martin Baker MK10.
Untuk menunjang misi tempur, T-50i dibekali sistem GPS/INS, radio UHF/VHF, integrated IFF (identification friend or foe), radar altimeter, integrated mission computer, dan radar warning receivers (RWR), sehingga mampu mendeteksi keberadaan musuh dari segala arah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/apek-t50.jpg)