Darah di sebuah kontrakan
Fakta Dibalik Lumuran Darah di Kontrakan Cikarang
Seorang pemuda bernama Yuda Pisesa (24) mengaku bahwa darah yang berceceran di kontrakan miliknya temannya itu adalah darahnya sendiri.
Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Lilis Setyaningsih
TRIBUNTANGERANG.COM,BEKASI -- Misteri dibalik banyak lumuran darah di sebuah kontrakan Kampung Rawa Banteng Kaum, Desa Mekarwangi, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, akhirnya terungkap.
Seorang pemuda bernama Yuda Pisesa (24) mengaku bahwa darah yang berceceran di kontrakan miliknya temannya itu adalah darahnya sendiri.
"Itu kontrakan teman saya, dia yang tinggal di sana. Nah yang tercecer darah saya," ujar Yuda di Mapolsek Cikarang Barat, Minggu (7/8/2022).
Yuda menceritakan, awalnya ia bersama satu orang temannya yang lain mendatangi kontrakan itu, untuk minum minuman keras (miras) pada Sabtu (6/8/2022) malam kemarin.
Ia mengaku datang dalam kondisi mabuk minuman keras (miras) dikarenakan depresi akibat menganggur, sedangkan ia memiliki tunggakan motor yang belum dibayarkan selama dua bulan.
"Saya dalam keadaan mabuk dan frustasi, karena tidak bisa membayar cicilan motor dua bulan," katanya.
Dua orang temannya mencoba menghibur Yuda yang sedang mabuk berat. Mereka pun membuatkan kopi agar Yuda bisa menenangkan diri.
Kemudian, Yuda yang masih dalam kondisi setengah sadar malah sengaja memecahkan gelas kopi yang diberikan temannya sehingga pecahan gelas mengenai tangan kirinya sendiri.
"Saya dalam keadaan mabuk memecahkan gelas yang berisi kopi dengan menggunakan tangan kiri hingga pecah. Alasannya karena frustrasi dan kesal. Enggak tahunya tangan saya malah luka," ungkap Yuda.
Baca juga: Lumuran Darah Di Sebuah Kontrakan Gegerkan Warga Cikarang
Baca juga: Ada Gumpalan Darah di Kepala yang Membuat Nyawa Putri Qaila Tak Tertolong
Darah menetes cukup deras dari tangan kiri Yuda akibat luka gores. Ia bahkan sampai menangis dikarenakan tak kuasa menahan rasa sakit.
Temannya yang panik kemudian langsung membawanya ke rumah sakit tanpa membersihkan darah yang menetes di lantai kontrakan.
"Ya mungkin teman saya panik kali ya pas liat saya teriak dan nangis. Banyak juga darahnya ya keluar. Dia langsung bawa saya ke rumah sakit. Nah, darahnya enggak sempat dibersihkan. Saya ke polsek buat klarifikasi bahwa enggak ada kejadian apa-apa selain insiden itu," ucapnya.
Ia meminta maaf apabila kejadian tersebut sempat membuat heboh warga sekitar yang melihat banyaknya lumuran darah di sekitar lokasi kejadian.
"Saya enggak nyangka saja sampai seperti ini. Karena mungkin dikira ada kasus kriminal. Saya minta maaf sebesar-besarnya kepada warga Kampung Rawa Banteng Kaum dan kepolisian apabila kejadian ini membuat panik. Yang jelas enggak ada tindak kriminal, ini murni kecelakaan yang saya buat sendiri," kata Yuda.
Baca juga: Nelayan Sukabumi Temukan Dua Mayat Wanita, Ada Jejak Darah dari Penginapan Sampai Pantai
Baca juga: Aksi Nekat, Kontrakan di Pasar Kemis Dijadikan Supermarket Narkoba
Sebelumnya, warga Kampung Rawa Banteng Kaum, Desa Mekarwangi, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, digegerkan dengan tenemuan lumuran darah di sebuah kontrakan pada Minggu (7/8/2022) pagi tadi.
Mereka mengerubungi kontrakan tersebut dan menyaksikan darah berceceran di dalam ruang tamu hingga ke depan rumah. Belakangan diketahui bahwa darah tersebut merupakan milik Yuda yang tangannya terluka akibat sengaja memecahkan gelas kopi. (abs)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Yuda-Pisesa.jpg)