Jakarta

Gerindra Keluarkan Rekomendasi Pemecatan, Mohamad Taufik Tetap Anggota Partai dan DPRD DKI Jakarta

MKP Gerindra telah mengumumkan rekomendai pemecatan Mohamad Taufik dari partainya. Tapi, keputusan itu belum diterimanya.

Tribun Tangerang/Gilar Prayogo
Mohamad Taufik masih tetap di Gerinda dan anggota DPRD DKI Jakarta karena belum menerima keputusan dari DPP Gerindra. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Majelis Kehormatan Partai (MKP) Gerindra telah mengumumkan rekomendai pemecatan Mohamad Taufik dari partainya.

Namun, Mohamad Taufik mengaku tetap di Gerindran dan masih menjadi anggota DPRD DKI Jakarta.

Sedangkan kabar Mohamad Taufik pindah ke Partai NasDem semakin kuat.

“Saya masih tetap di Gerindra. Kalau saya nggak jadi anggota Partai Gerindra, pasti harus keluar (DPRD DKI Jakarta). Itu Undang-Undang,” ujar Taufik kepada wartawan, Rabu (10/8/2022).

Taufik mengaku, dia belum ada komunikasi khusus dengan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto tentang nasibnya di partai.

Lantaran belum mendapat surat keputusan (SK) pemecatan dari DPP Partai Gerindra, Taufik masih tetap menjadi anggota dewan dari Fraksi Gerindra.

Hal itu tertuang dalam UU Nomor 13 tahun 2019 tentang Perubahan Ketiga atas UU Nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (M3D).

Undang-undang menyebutkan, untuk menjadi anggota legislatif harus anggota partai yang terpilih dalam pemilihan legislatif (pileg).

"Ketentuan DPRD itu adalah harus anggota partai, saya kan dari Gerindra kalau saya keluar dari Gerindra maka otomatis tidak lagi memenuhi syarat,” kata Taufik.

Baca juga: DPC Gerindra Gugat Prabowo karena Lamban Pecat Taufik, Ariza Minta Kader Patuh

Baca juga: Sambangi Rumah Dinas Anies Bareng Politisi Partai Nasdem, M. Taufik Pindah Partai?

Taufik mengaku, dalam wawancaranya dengan Kompas.com telah mengemukakan ingin keluar dari Partai Gerindra saat HUT ke-495 Jakarta pada 22 Juni 2022.

Namun, MKP Gerindra mengeluarkan rekomendasi pemecatannya lebih awal kepada DPP pada 7 Juni 2022.

“Sebelum saya keluar (Gerindra) sudah diberhentiin. Tiba-tiba dalam perjalanannya sebelum tanggal 22 itu saya langsung dipecat sama dewan kode etik (MKP) setelah dari Kompas," ujarnya.

Hingga kini, Taufik masih menunggu keputusan dari DPP soal nasibnya di Gerindra.

Setelah SK pemberhentiannya keluar, maka Taufik akan pindah ke NasDem.

“Kan mesti keluar dulu baru bisa pindah, nggak bisa dua (partai) bersamaan. Dan sekarang belum, dan saya komunikasi sama kawan baik semua,” ucap Mohamad Taufik.

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved