Kasus Brigadir J

Sidang Etik Ipda Arsyad Ditunda, Kadiv Humas Polri: Dia Orang Pertama Datangi TKP 

Ipda Arsyad dinilai tidak profesional ketika melalukan penyelidikan pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Ign Agung Nugroho
Tribunnews.com/Igman Ibrahim
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Kasubnit Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Ipda Arsyad Daiva Gunawan terseret dalam kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J pada Jumat (8/7/2022) lalu.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, Ipda Arsyad merupakan orang pertama yang mendatangi lokasi kejadian penembakan Brigadir J.

 

 

Brigadir J tewas di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, Kompleks Polri Duren Tiga, Kecamatan Mampang, Jakarta Selatan.

"Pertama kali yang mendatangi TKP (tempat kejadian perkara)  itu dia," katnya, Sabtu (17/9/2022).

Jenderal bintang dua itu mengaku, akibat ketidak profesionalan Arsyad dalam menjalankan tugasnya, maka ia kena kode etik profesi.

Ipda Arsyad dinilai tidak profesional ketika melalukan penyelidikan pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

Pada Kamis (15/9/2022) lalu, Ipda Arsyad sudah menjalani sidang etik pertama di Mabes Polri.

Tapi karena saksi kunci tak hadir, yaitu AKBP ARA maka sidang ditunda Senin (26/9/2022) mendatang.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved