Korupsi

Mahfud MD Sebut BPK Sulit Periksa Keuangan Papua

Menkopolhukam Mahfud MD menyebut sulitnya mengusut kasus korupsi Gubernur Papua Lukas Enembe.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Lilis Setyaningsih
Tangkapan layar Zoom
Mahfud MD 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- Menkopolhukam Mahfud MD menyebut sulitnya mengusut kasus korupsi Gubernur Papua Lukas Enembe.

Kata Mahfud MD, kasus penetapan tersangka Lukas Enembe bukanlah kepentingan politik, namun berangkat dari fakta dan data.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu mengatakan bahwa sudah sejak tahun 2020 ia mengungkapkan ada 10 mega korupsi di Papua.

Kasus korupsi yang menjerat Lukas Enembe saat inilah salah satu di antaranya.

“Saya persilakan saudara buka situs 19 Mei 2020, saya selaku Menkopolhukam mengungkapkan adanya 10 korupsi besar di Papua dan ini masuk di dalamnya, itu tahun 2020 saya sudah umumkan dan semua sudah tulis,” bebernya dikutip dari Kompas Tv pada Senin (19/9/2022).

Mahfud MD pun menjelaskan kenapa kasus korupsi yang menyeret Lukas Enembe baru bisa terungkap belakangan ini.

Kata Mahfud MD, selama ini Lukas Enembe sulit disentuh. Hal itu lantaran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak pernah berhasil memeriksa keuangan di Papua.

Baca juga: KPK Bongkar Kasus Korupsi di Era SBY, Dana Rp116,8 Miliar untuk Pedagang Kecil Melayang

Sehingga pemeriksaan keuangan di Papua selalu berlebel disclaimer atau penafian. Namun kata Mahfud MD, pada akhirnya bukti-bukti hukum akan mencari jalannya sendiri.

“Selanjutnya BPK selama ini tidak berhasil melakukan pemeriksaan karena selalu tidak bisa diperiksa, sehingga BPK banyak disclaimer atas kasus keuangan di Papua, maka bukti-bukti hukum cari jalannya sendiri dan ditemukan kasus-kasus tersebut,”tuturnya.

Mahfud MD pun menjelaskan bahwa pengungkapan kasus korupsi Lukas Enembe saat ini ialah desakan masyarakat Papua di antaranya tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh pemuda Papua yang berkunjung ke kantornya Kemenkopolhukam.

Oleh karena itu, Mahfud MD pun meminta agar Lukas Enembe tidak lagi berkilah dan jalani proses hukum saat ini dengan baik.

Baca juga: Pegawai Bapenda Semarang Berstatus Saksi Kasus Korupsi Tewas Mengenaskan

jamin akan membangun Papua yang bersih dan damai dalam NKRI.

“Maka Lukas Enembe kalau dipanggil KPK datang saja, kalau tidak cukup bukti kami semua di sini jamin dilepas. Kita sudah sepakat bangun Papua yang bersih dan damai sebagai NKRI,” jelas Mahfud MD

 

sumber: https://www.youtube.com/watch?v=_3LqufiwVmI ( menit ke -13.55)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved