Mobil Listrik

Terbentur Anggaran, Pemkot Tangerang Belum Mampu Realisasikan Penggunaan Mobil Listrik

Selain itu, Arief juga mengeluhkan harga unit mobil listrik lebih tinggi dibanding mobil yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM).

Tribun Tangerang/Gilbert Sem Sendro
Wali Kota Tangerang, Arief Wismansyah saat memberikan keterangan pers soal Pemerintah Kota Tangerang belum dapat merealisasikan penggunaan mobil listrik berbasis baterai untuk kendaraan dinas. Hal itu dikarenakan terbentur soal anggaran. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Pemerintah Kota Tangerang (Pemkot Tangerang) belum dapat merealisasikan penggunaan mobil listrik berbasis baterai untuk kendaraan dinas.

Penggunaan mobil listrik itu merupakan Intruksi Presiden RI No. 7 tahun 2022 tentang penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sebagai kendaraan dinas operasional dan/atau kendaraan perorangan dinas instansi pemerintah pusat dan pemerintah daerah. 

 

 

Wali Kota Tangerang, Arief Wismansyah mengatakan, belum terealisasikannya penggunaan mobil listrik tersebut lantaran belum dialokasikannya anggaran untuk kendaraan berbasis baterai itu.

"Untuk sementara ini belum (terealisasikan), karena kita belum menganggarkan (penggunaan mobil listrik)," ujar Arief Wismansyah kepada awak media, Rabu (21/9/2022).

Selain itu, Arief juga mengeluhkan harga unit mobil listrik lebih tinggi dibanding mobil yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM).

Menurutnya, harga mobil listrik berukuran kecil saat ini berkisar di angka Rp 300 juta.

Sementara mobil listrik yang ukuran lebih besar dapat mencapai seharga Rp 800 juta.

"Contohnya itu small car, harganya bisa mendekati Rp 300 juta, sementara harga kendaraannya yang menggunakan BBM hanya Rp 100 juta-an," kata dia.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved