Sabtu, 11 April 2026

Tragedi Kanjuruhan

Mahasiswa Tuntut Pencopotan Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta

mahasiswa berunjuk rasa menuntut Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta mundur dari jabatannya terkait tragedi Kanjuruhan

Penulis: Ign Prayoga | Editor: Ign Prayoga
surya.co.id/Luhur Pambudi
Massa mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Sunan Ampel, Surabaya, berunjuk rasa di depan Mapolda Jatim, Rabu (5/10/2022). Para mahasiswa menuntut Kapolri mencopot Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta. 

TRIBUNTANGERANG.COM, SURABAYA- Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta didesak untuk mundur dari jabatannya.

Desakan mundur ini digaungkan massa mahasiswa ketika berunjuk rasa di depan Mapolda Jatim, Rabu (5/10/2022) siang.

Massa mahasiswa menilai, Nico Afinta harus mundur dari jabatan Kapolda Jatim sebagai bentuk pertanggungjawaban atas tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, yang menewaskan ratusan orang.

Orasi-orasi yang diserukan pada aksi tersebut juga menyuarakan desakan agar Nico mundur dari jabatan Kapolda Jatim.

"Berdasarkan regulasi FIFA, aparat kepolisian dilarang menggunakan senjata api dan gas air mata. Kalau itu menyebabkan hilangnya nyawa ratusan orang, apa salahnya kita menuntut jabatan Kapolda Jatim, mundur," teriak Syaiful Bahri, salah seorang orator.

Para pengunjuk rasa juga melaksanakan salat gaib untuk para korban tragedi Stadion Kanjuruhan.

Selain itu, mereka juga membentangkan spanduk bertuliskan protes keras atas tindakan aparat, pada malam kelabu, Sabtu (1/10/2022) lau.

Tulisan pada spanduk tersebut di antaera 'Gas Air Mata vs Air Mata Ibu' dan 'Tragedi Kanjuruhan Kebobrokan Kepolisian'.

Koordinator lapangan aksi, Husni Nurin mengatakan, para pengunjuk rasa merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Ampel Surabaya.

Para mahasiswa mendesak Polri segera mengusut tragedi tersebut dan menetapkan tersangka atas insiden kerusuhan yang merenggut ratusan nyawa suporter Arema FC.

"Kami menuntut kepada seluruh anggota kepolisian mengusut tuntas secara terbuka setiap tindakan represif yang dilakukan kepolisian, terutama penembakan gas air mata yang dilakukan di Kanjuruhan, kejadian kemarin," kata Husni.

Bila perlu, tegas Husni Nurin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencopot Irjen Pol Nico Afinta dari jabatannya sebagai Kapolda Jatim.

"Tuntutan kami mengusut kasus tersebut secara tuntas. Dan menuntut pihak Polri agar memecat agar mencopot Kapolda Jatim dari jabatannya, karena Kapolda Jatim tidak bertanggung jawab, minta maaf tidak cukup untuk membenarkan apa yang dilakukan Polda Jatim," katanya.

Sebagai informasi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit telah mencopot AKBP Ferli Hidayat dari jabatan sebagai Kapolres Malang. Pencopotan tersebut diumumkan Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat gelar jumpa pers di Polres Malang pada Senin (3/10/2022) malam.

Pencopotan tersebut sebagai buntut peristiwa Tragedi Stadion Kanjuruhan pada laga Arema FC melawan Persebaya Sabtu (1/10/2022) lalu.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved