Hobi
INI Tips Penting Perawatan Ikan Guppy Ala Biyu Fish Farm Cipayung
Sebelum memelihara ikan guppy atau gepi, diharuskan untuk memahami beberapa hal penting dalam perawatannya.
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Ign Agung Nugroho
TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Anda tertarik untuk memelihara atau budidaya ikan guppy?
Nah, sebelum memelihara ikan guppy atau gepi, diharuskan untuk memahami beberapa hal penting dalam perawatannya.
Rio, pemilik Biyu Fish Farm memberikan ulasan bagaimana cara memelihara dan merawat ikan guppy.
Berikut ulasannya saat ditemui Tribuntangerang.com (Warta Kota Network) di lokasi budidaya ikan guppy miliknya di Jalan Buni, Gang Melon No.57, RT.7/RW.4, Munjul, Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (30/10/2022).
1. Mencintai Keseluruhan Dunia Ikan Guppy
Point penting sebelum memelihara hewan hias tersebut, terlebih dahulu wajib mencintai secara keseluruhan dunia guppy secara umum dari ketulusan hati.
Sebab, apabila ingin memelihara hanya karena faktor iseng dan tidak memiliki niat, dianjurkan untuk tidak melakukannya.
Pasalnya, ikan guppy rentan mati, dan perlu intens memperhatikan kondisi kesehatannya.
"Kalau misalnya kita sudah sayang kepada ikan tersebut, Insya Allah semua akan baik-baik aja," kata Rio.
2. Memahami Kadar PH Air Aquarium
Selanjutnya, diharuskan untuk memahami kondisi ukuran PH air yang digunakan untuk dijadikan tempat ikan tersebut beraktivitas setiap harinya.
Tentu PH ini berpengaruh penting terkait kondisi kesehatan ikan, apabila PH air yang digunakan tidak sesuai, maka ikan rentan mati.
"Kalau bisa kita lihat PH itu yang bagus untuk ikan guppy itu PH5 hingga PH 7," terangnya.
3. Perhatikan Kesehatan Ketika Pilih Indukan
Untuk mendapatkan kualitas ikan guppy yang baik, diharuskan memilih indukan atau calon ibu dari ikan tersebut dengan kondisi sehat.
Apabila indukan yang didapat dalam kondisi tidak baik, atau sakit, maka berpengaruh dalam proses budidaya kedepannya.
"Caranya, kita wajib memiliki petani atau peternak yang kita benar-benar kenal, tentu dapat meminimalisir penipuan," jelasnya.
4. Menggunakan Ukuran Aquarium yang Ideal
Menurut Rio, beberapa orang yang baru terjun ke dunia budidaya guppy ini kerap mengabaikan ukuran aquarium.
Sehingga, dari faktor abai itu dapat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan fisik jangka kedepannya terhadap ikan tersebut.
Lalu, Aquarium yang digunakan wajib disesuaikan dengan fungsinya, dan itu tentu memiliki ukuran berbeda pula.
"Untuk pembesaran ukuran 100 ekor dengan volume aquarium yakni panjang 100 cm, lebar 50 cm, tinggi 40 cm, dan untuk beternak memiliki ukuran 50 cm X 30 cm," ujarnya.
5. Siapkan Ruang Khusus Karantina
Khusus ikan yang baru datang ke peternakan, diwajibkan terlebih dahulu dilakukan karantina, dan jangan disatukan tempat bersama guppy yang sudah terlebih dahulu di lokasi
Seusai dipisahkan, aquarium yang dikarantina tersebut kemudian dicampur obat hingga satu sampai dua hari.
Perlu juga diketahui, selama waktu dua hari karantina tersebut, ikannya jangan diberikan makan terlebih dahulu, lalu biarkan beradaptasi dengan suasana suhu dan kondisi air.
"Kita pantau dari gaya renangnya, kalau dia berenang di atas, berarti dia ada kekurangan di faktor masalah terhadap air tersebut, entah kekurangan oksigen, entah PH airnya terlalu tinggi, kita harus diwaspadai,bdan harus dilihat benar-benar teliti," terang Rio.
6. Pemberian Pakan yang Terlalu Banyak Bisa Membuat Ikan Mati
Selanjutnya terkait pakan, hal ini wajib dipahami, terlebih jenis yang diberikan adalah mahluk hidup, seperti cacing sutra, dan kutu air.
Jenis lainnya yakni berupa pelet, pakan ini dijelaskan Rio kerap ditemukan berbentuk tepung dan tekstur nya keras, dan hal ini dapat dengan cepat membuat kondisi ikan menjadi mudah kenyang.
"Jika pemberiannya terlalu banyak itu kita harus saring sisanya, dan kita harus buang, karena itu dapat menyebabkan menjadi suatu penyakit, seperti amonia tinggi, lalu kekurangan oksigen hingga mati," tambahnya.
Sedangkan, mengenai pakan mahluk hidup, perlu dilakukan pembersihan terlebih dahulu, contohnya yakni menggunakan media kolam dan ember.
Kemudian, pakan mahluk hidup tersebut diletakan di sebuah ember, dan diendapkan hingga waktu satu hari.
Misal cacing sutra, tujuannya untuk mengeluarkan kotoran atau lendir yang dimiliki pakan tersebut.
"Hari esoknya, kita ganti air cacing itu dengan air baru, lalu ambil cacing itu sutra menggunakan jaring, jangan sampai kita serok pakai tangan, karena kotoran cacing itu akan mengkontaminasi baskom tersebut," tuturnya.
Tidak sampai di situ, kemudian perlu mencampurkan pakan tersebut menggunakan antibiotik, seperti anti jamur dan antibakterial, contohnya bernama Metalin Blue, dan Oksitetra.
"Kalau saya mencampurkannya menggunakan Fura, dan sesudah itu, siap diberikan untuk makan," pungkasnya. (m37)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Ikan-guppy-atau-gepi.jpg)