Korupsi

Mantan Dewan Transportasi Kota Jakarta Laporkan PT Transjakarta ke KPK, Terkait Tap In - Tap Out

Mantan Dewan Transportasi Kota Jakarta Laporkan PT Transjakarta ke KPK, ada Kerugian Rp1,6 miliar per hari

Tribun Tangerang/Alfian Firmansyah
Mantan Dewan Transportasi Kota Jakarta bernama Musa Emyus didampingi Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) melaporkan PT Transjakarta ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adanya dugaan korupsi. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Mantan Dewan Transportasi Kota Jakarta bernama Musa Emyus didampingi Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA), melaporkan PT Transjakarta ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas adanya dugaan korupsi pada, Senin (14/11/2022).

Kadiv Advokasi dan Litigasi FAKTA Indonesia, Yosua Manalu mengatakan, mereka datang ke kantor FAKTA, untuk menyampaikan beberapa kronologis, seperti adanya dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh PT Transjakarta

"Di sini pelapor ini punya ikatan yang baik untuk bidang transportasi, beliau adalah mantan dewan transportasi Kota Jakarta," ucap Yosua kepada wartawan di Kantor KPK, Jakarta Selatan, Senin (14/11/2022).


Sementara itu, Musa Emyus menjelaskan, bahwa ia bersama sejumlah temannya, berinisiatif mengusulkan pembentukan PT Transportasi Jakarta pada waktu itu. 

"Dulu kan PT Transjakarta bentuknya badan layanan umum, ternyata dalam perjalanannya, Transjakarta yang sebenarnya fungsinya gateway itu, payment Gateway itu kan fungsinya untuk memotong biaya, single tarif jadi tidak perlu lagi tap in-tap out," ujar Musa di Kantor KPK, Senin (14/11/2022).

Terkait Tap In - Tap Out, musa sampaikan, bahwa ia menduga pihak PT Transjakarta ada indikasi melakukan korupsi perihal tersebut. 

"Pada Waktu Oktober 2022 lalu, ada dua kali pemotongan ternyata, tap in-nya dipotong, tap out-nya juga dipotong, Nah, itu yang kita pertanyakan," ucap Musa.

Kemudian, Musa menduga uang payment gateway tersebut tidak langsung masuk ke pihak PT Transjakarta

Namun, masuk ke pihak ketiga yang mengelola payment gateway tersebut. 

Baca juga: Tak Hanya Wanita, Pelecehan Seksual di Bus Transjakarta juga Menimpa Pria

Baca juga: Sejak 4 Oktober 2022 Penumpukan Penumpang Selalu Terjadi, Transjakarta Tetap Belum Benahi Sistem


"Seharusnya kalau misal ada itikad baik, PT Transjakarta bisa bekerjasama dengan PT Bank DKI, karena Bank DKI punya izin payment gateway, karena payment gateway itu mestinya perusahaan yang berizin dari otoritas keuangan OJK (Otoritas Jasa Keuangan)," ucap Musa. 

"Untuk kerugiannya kalau sehari, klaimnya PT Transjakarta sehari itu 800 ribu pengguna, Kalau kita anggap pagi itu 2 ribu, berarti ada kerugian Rp1,6 miliar per hari," ujar Musa.  (M32) 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved