Minggu, 19 April 2026

Literasi

Khofifah Indar Parawansa Raih Lifetime Achievement di Ajang Gemilang Perpusnas 2022

penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan mandat Undang-undang dalam mencerdaskan anak bangsa.

Editor: Ign Agung Nugroho
Istimewa
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menerima penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka 2022 dalam ajang bertajuk Gemilang Perpustakaan Nasional 2022 di di Integrity Convention Centre (ICC) Kemayoran, Senin (14/11/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka 2022 dari Perpustakaan Nasional.

Malam pemberian penghargaan bertajuk Gemilang Perpustakaan Nasional 2022  itu, berlangung di Integrity Convention Centre (ICC) Kemayoran, Senin (14/11/2022) malam. 

Yasin Limpo dan Khofifah Indar Parawansa bersanding bersama 23 penerima Nugra Jasa Dharma Pustaloka dari delapan kategori terbaik yang diberikan. 

 

 

Kategori tersebut, yakni pejabat publik, tokoh masyarakat, pegiat literasi, media massa, jurnalis, pelestari naskah kuno, buku (pustaka) terbaik, dan lifetime achievement.

Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando mengatakan, penghargaan diberikan kepada insan dan instansi yang mendedikasikan upaya pengembangan dan pendayagunaan perpustakaan serta menumbuh kembangkan budaya kegemaran membaca dan literasi di Indonesia.

Menurutnya, penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan mandat Undang-undang dalam mencerdaskan anak bangsa.

"Kita terus berjuang bergerak maju untuk memajukan bangsa ini. Meletakkan pondasi kecerdasan dengan menghadirkan sebanyak informasi-informasi baru," kata Syarif Bando dalam keterangan persnya. 

Syarif menegaskan, budaya baca bangsa Indonesia tinggi.

Namun, kekurangan bahan bacaan masih menjadi persoalan.

Berdasarkan standar UNESCO idealnya tiap orang tiga buku baru tiap tahunnya.

"Faktanya di Indonesia 1 buku ditunggu 90 orang. Kita semua harus memahami betul masyarakat masih kurang bahan bacaan, belum lagi pemahaman literasi yang masih tidak merata," ungkapnya.

Dijelaskannya, literasi merupakan kedalaman pengetahuan seseorang yang diimplementasikan untuk memproduksi barang dan jasa yang mampu bersaing dalam pasar global.

"Di sinilah peran perpustakaan sebagai supporting untuk menyiapkan bahan bacaan minimal buku terapan atau life skill yang disesuaikan dengan dibutuhkan masyarakat," jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved