Mayat di Citra Garden

Barang Elektronik dan Mobil Korban Tewas di Citra Garden Tidak Dicuri, Melainkan Dijual

Sempat ada dugaan barang-barang di rumah keluarga yang tewas di Citra Garden karena dicuri ternyata dijual oleh salah satu korban termasuk mobil

Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Lilis Setyaningsih
Tribun Tangerang/Nuri Yatul Hikmah
Rumah empat jenazah yang ditemukan membusuk, di Perumahan Citra Garden Extension Blok AC5 Nomor 7, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (10/11/2022) 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA – Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi menyebut jika perabot, barang elektronik, dan kendaraan milik satu keluarga yang tewas di Perumahan Citra Garden Extension, Kalideres, Jakarta Barat tidak dicuri, melainkan dijual oleh korban sendiri.

Hengki mengungkapkan, dari hasil penyelidikannya terhadap penghuni sekitar, rupanya ada satu nomor yang sempat dihubungi korban. 

Nomor tersebut merupakan tempat korban bertransaksi untuk menjual berbagai perabot rumah, seperti AC, kulkas, blender, TV, termasuk kendaraan korban berupa mobil.


"Ternyata yang bersangkutan pernah menghubungi salah satu nomor, ini terkait dari penjualan barang-barang yang ada di rumah," ujar Hengki saat ditemui di Polda Metro Jaya, Senin (21/11/2022).

Hengki mengaku, pihaknya telah mendapatkan nama pembali, berapa harga jual tiap barang, dan lain sebagainya. 

Sehingga, kata Hengki, praduga awal terkait adanya pencurian mobil serta barang-barang di rumah korban yang tidak ada, bisa dipatahkan. 

Selain itu, Hengki juga membenarkan fakta jika satu keluarga tewas di Kalideres tersebut merupakan sosok yang tertutup dan jarang berkomunikasi dengan warga sekitar.

Baca juga: 2 dari 4 Jenazah Sekeluarga Tewas di Citra Garden Sudah Termumifikasi, Tubuhnya Kering dan Susut

Baca juga: Terungkap, Salah Satu Keluarga yang Tewas di Kalideres, Ternyata Sudah Meninggal Sejak 13 Mei 2022


"Kami sampaikan perkembangan penyelidikan, dari metode penyelidikan yang bersinergi satu sama lain, termasuk digital forensik, kami temukan fakta bahwa keluarga ini jarang berkomunikasi dengan pihak luar," ujar Hengki.

Namun, kata Hengki, dari hasil penyelidikan bersama digital forensik, pihaknya menemukan fakta bahwa korban kerap menghubungi beberapa pihak.

Selanjutnya, terhadap pihak-pihak tersebut, Hengki melakukan penyelidikan secara konvensional dan meminta keterangan saksi terkait.

Hasilnya, beberapa petunjuk penting ditemukan, salah satunya menghilangnya beberapa barang korban yang ternyata telah dijual. (M40)

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved