Presiden Korea Selatan Beri Intensif Tesla Bila Dirikan Pabrik di Seoul
Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol melakukan panggilan video dengan CEO Tesla, Elon Musk.
TRIBUNTANGERANG.COM - Pemerintah Korea Selatan berencana menawarkan sebuah insentif ke Tesla. Intensif itu diberikan untuk mendorong Tesla membangun pabrik kendaraan listrik baru (EV) di Seoul.
Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol melakukan panggilan video dengan CEO Tesla, Elon Musk.
Dalam pembicaraan itu, Musk mengungkapkan bahwa Korea Selatan merupakan kandidat lokasi terkuat didirikannya pabrik baru Tesla di kawasan Asia.
Baca juga: Baru Diluncurkan Dua Tahun, Bike Sharing yang Digagas Anies Baswedan Bangkrut
"Jika Tesla, Space X atau perusahaan lain sedang mempertimbangkan lebih banyak investasi di Korea termasuk membangun gigafactory, pemerintah akan melakukan yang terbaik untuk mendukung investasi tersebut," kata Yoon, mengutip dari Reuters.
Yoon menambahkan, Korea Selatan juga menawarkan pekerja yang sangat terampil dan pemerintahnya akan memastikan peraturan selaras dengan standar internasional.
Sehingga perusahaan asing tidak menghadapi rintangan keuangan atau peraturan yang tidak terduga.
"Kami sedang mempersiapkan pendekatan yang disesuaikan untuk memberikan beberapa keuntungan kepada perusahaan tertentu ini," kata Yoon.
Selain Korea Selatan, ada berbagai negara yang pengin Tesla mendirikan pabrik. Seperti, Kanada, Indonesia, India, dan Thailand.
Negara-negara tersebut melobi Tesla agar dapat membangun pabrik EV di negaranya.
Namun, analis mencatat bahwa negara-negara tersebut tidak memiliki rantai pasokan otomotif seperti yang dimiliki Korea Selatan.
Meskipun beberapa memiliki sumber daya alam yang melimpah seperti nikel.
Jokowi Yakin Tesla akan Buka Pabrik di Indonesia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Korea-Lobi-Tesla.jpg)