Reuni 212
Masjid At-Tin Jadi Tempat Ngumpul Reuni 212, Titiek Soeharto Ramah Maladeni Permintan Foto
Titiek Soeharto sangat ramah meladeni permintaan foto dari reunian 212 yang digelar di Masjid At-Tin TMII
TRIBUNTANGERANG.COM - Reunia 212 yang sebelumnya direncanakan di Monas berpindah ke Masjid At-Tin TMII.
Putri Presiden RI kedua, Titiek Soeharto tak mempermasalahkan lokasi Reuni 212 diganti. Bahkan, Titiek Soeharto ramah meladeni permintaan foto
"Iya memang kan selama ini di Monas, tapi sekarang panitia pindah di Masjid At-Tin," ujar Titiek Soeharto usai menghadiri reuni 212.
Baca juga: Titik Soeharto Senang Bisa Hadiri Reuni 212, Nostalgia Aksi Pertama Tahun 2016
Titiek Soeharto mengatakan sebelumnya pihak panitia sudah meminta izin untuk bisa menggelar Reuni 212 di Masjid At-Tin
"Jadi panitia izin ke kami, apakah bisa dilaksanakan di sini. Kami jawab tentu saja kalau untuk berdoa disini, dengan tangan terbuka silakan kalau mau pakai Masjid At-Tin," katanya.
Sementara itu selama menghadiri reuni 212, banyak masyarakat yang meminta foto bersama dengan Titiek Soeharto.
Titiek Soeharto pun tampak ramah meladeni permintaan foto warga.
Untuk diketahui mengutip Wikipedia, Masjid Agung At-Tin adalah satu di antara dua masjid megah di kawasan TMII. Masjid lainnya adalah Masjid Diponegoro.
Masjid yang mulai dibangun pada April 1997 ini menempati area tanah seluas 70.000 meter persegi dengan kapasitas sekitar 9.000 orang di dalam masjid dan 1.850 orang di selasar tertutup dan plaza.
Pembangunan Masjid At-Tin selesai pada tahun 1999 dan dibuka secara umum pada tanggal 26 November 1999.
Alamat Lengkapnya Ada Di Jalan Raya Taman Mini Pintu 1 Taman Mini Kelurahan Pinang Ranti, Makasar, Jakarta Timur 13560
Baca juga: Hadiri Reuni 212, Bahar Smith Terus Melempar Senyum pada Setiap Orang yang Menghampirinya.
Sejarah Masjid At-Tin
Nama At-Tin diambil dari salah satu surah dalam Al-Quran yang merupakan wahyu ke-27 yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW, atau surah ke-95 dalam urutan penulisan Al-Qur‘an.
Nama surah itu adalah At-Tin yang berarti sejenis buah yang sangat manis, lezat, dan penuh gizi. Buah ini dipercayai mempunyai manfaat yang banyak, baik sebelum matang maupun sesudahnya.
Selain diinspirasi dari surah Al-Qur‘an, pemberian nama At-Tin sebenarnya juga merupakan upaya untuk mengenang jasa-jasa istri mantan Presiden Soeharto yang bernama Ibu Tien atau lengkapnya Hj. Fatimah Siti Hartinah Soeharto.