Panglima TNI: Perwira Paspampres yang Diduga Memperkosa Prajurit Kostrad Harus Dipecat

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menyatakan bahwa TNI telah memproses kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang perwira

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Ign Prayoga
Dok. Tribunnews/Jeprima
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menyatakan bahwa TNI telah memproses kasus dugaan pemerkosaan yang terduga pelaku adalah oleh seorang perwira menengah Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Adapun korban adalah wanita prajurit Kostrad TNI AD.

Perwira Paspampres terduga pelaku pemerkosaan beridentitas Mayor (Inf) BF.

Sedangkan korban merupakan perwira pertama di Kostrad, Letda GER.

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menyatakan, Mayor (Inf) BF layak dipecat.

Andika pun menjelaskan alasan sanksi keras tersebut layak dijatuhkan kepada Mayor BF.

"Satu, itu tindak pidana, ada pasal yang pasti kita kenakan, KUHP. Kedua, adalah dilakukan sesama keluarga besar TNI, maka hukuman tambahannya adalah pecat. Itu harus," kata Andika di Markas Kolinlamil TNI AL di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (1/12/2022) sore.

Mayor BF diduga melakukan pemerkosaan terhadap Letda GER di Bali pada pertengahan November 2022.

Menurut Andika, perbuatan Mayor BF telah memenuhi unsur pada pasal Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Ia juga menegaskan, tak ada kompromi atas tindakan Mayor BF.

Andika mengatakan bahwa Mayor BF telah diproses hukum akibat tindakan tercelanya.

"Sudah proses hukum langsung," ujar dia.

Menurut Andika, Mayor BF sudah ditahan dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Ia mengungkapkan, Mayor BF sebelumnya telah menjalani penyidikan di Makassar, Sulawesi Selatan.

Penyidikan dilakukan di Makassar sesuai wilayah tugas korban.

Andika mengatakan bahwa kasus ini akan ditarik dan ditangani langsung oleh Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI.

"Kalau enggak salah sidiknya di Makassar karena korban ini bagian dari Divisi 3/Kostrad tetapi akan diambil alih oleh Puspom TNI karena pelaku kan Paspampres, itu kan di bawah Mabes TNI, kita ambil alih, penanganan di TNI," ujar Andika.

Sebelumnya seorang perwira menengah yang menjabat wakil komandan di salah satu detasemen Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) berinisial Mayor Infanteri BF diduga melakukan pemerkosaan terhadap prajurit wanita Divisi Infanteri 3/Kostrad, Letda Caj (K) GER.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas.com, dugaan peristiwa pemerkosaan tersebut terjadi di Bali pada pertengahan November 2022.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com 

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved