BPS

BPS Mencatat Angka Pengangguran di Kota Tangerang Selatan Berkurang 19.486 Jiwa

Badan Pusat Statistik Kota Tangerang Selatan mencatat, angka pengangguran di Kota Tangerang Selatan 6,59 persen atau 53.832 jiwa.

Tribun Tangerang/Rafzanjani Simanjorang
Vivi Frizalda, statistika ahli muda BPS (badan pusat statistik) Kota Tangerang Selatan 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG  - Angka pengangguran di Kota Tangerang Selatan menurun tahun 2022 dibanding tahun sebelumnya.

Badan Pusat Statistik Kota Tangerang Selatan mencatat, angka pengangguran di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) 6,59 persen atau 53.832 jiwa.

Angka pengangguran tersebut menurun dibandingkan dengan tahun 2021 lalu yakni 8,60 persen atau 73.318 jiwa.

Artinya, angka pengangguran di Kota Tangerang Selatan berkurang 19.486 jiwa.

Total jumlah penduduk di Kota Tangerang Selatan sebanya 1.378.466 jiwa. 

Statistika ahli muda BPS (Badan Pusat Statistik) Kota Tangsel Vivi Frizalda mengatakan, angka pengangguran tersebut muncul dari survei angkatan kerja nasional yang dilakukan BPS Kota Tangsel.

"Jadi di BPS kami melakukan survei angkatan kerja nasional itu dua kali dalam setahun yaitu bulan Februari dan Agustus," ujarnya.

Survei Februari karena sampelnya sedikit sehingga hasil dari pendataan hanya bisa menampilkan data provinsi.

"Ketika Agustus, sampel banyak, dan bisa menggambarkan kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Kota," kata Vivi saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.

Vivi menambahkan, jenis pekerja yang terbanyak di Tangsel ada di bagian jasa sebanyak 83, 61 persen.

Bidang jasa tersebut seperti perhotelan, industri kreatif, restoran, dan perdagangan.

Sementara sisanya di bagian industri dan pertanian (holtikultura, tanaman hias).

"Jadi di Tangsel itu ada perubahan sebelum pandemi, saat pandemi dan kemudian sekarang," ujarnya.

Pada tahun 2019 sebelum pandemi Covid-19, angka pengangguran 4,78 persen.

Kemudian ketika mulai terjadi pandemi Covid-19 pada tahun 2020 naik jadi 8,48 persen. Tahun 2021 naik lagi jadi 8,60 persen.

"Namun sekarang perekonomian gerak, usaha tumbuh dan tenaga kerja dibutuhkan. Angka pengangguran lalu menurun," katanya.

Dia menjelaskan,  dalam BPS ada istilah bekerja bukan hanya pegawai, buruh atau karyawan melainkan orang yang berusaha sendiri.

"Sekarang kan ada yang usaha online-online shope. Itu masuk. Karena konsep bekerjanya itu."

"Jadi konsepnya dia harus meluangkan waktunya untuk memperoleh penghasilan atau keuntungan," katanya.

Baca juga: Suami Pengangguran Pinjam Uang ke Teman untuk Beli Air Keras, Istri Jadi Target Penyiraman Air Keras

Baca juga: Jangan Terlambat! Program Prakerja Gelombang 35 Sudah Dibuka, Bukan Hanya untuk Pengangguran

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved