Sidang Ferdy Sambo

Ferdy Sambo Sebut Media Framing dan Produksi Hoaks Tarkait Kasus Pembunuhan Brigadir J

Terdakwa Ferdy Sambo menyampaikan, media massa telah melakukan framing dan memproduksi hoaks terhadap dirinya sebagai terdakwa pembunuhan Brigadir J

Editor: Jefri Susetio
Tribun Tangerang/Yulianto
Terdakwa Ferdy Sambo menyampaikan, media massa telah melakukan framing dan memproduksi hoaks terhadap dirinya sebagai terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J. 

TRIBUNTANGERANG.COM - Terdakwa Ferdy Sambo menyampaikan, media massa telah melakukan framing dan memproduksi hoaks terhadap dirinya sebagai terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J.

Hal ini ia sampaikan saat persidangan kasus pembunuhan berencana Brigadir J dalam agenda pembacaan pleidoi atau nota pembelaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (24/1/2023).

"Media framing dan produksi hoax terhadap saya sebagai terdakwa dan keluarga secara instens terus dilancarkan sepanjang pemeriksaan. Berikut tekanan massa baik di dalam maupun di luar persidangan yang kemudian telah mempengaruhi persepsi publik," kata Sambo.

Baca juga: Cerita Perjalanan Karier Dian Sastrowardoyo, Ikut Gadis Sampul untuk Hilangkan Stress tapi Juara

Ia menambahkan, pemberitaan media massa telah mempengaruhi tekanan massa sehingga persepsi publik mengenai kasus pembunuhan Brigadir J.

Bahkan, media massa telah mempengaruhi arah pemeriksaan perkara ini mengikuti kemauan sebagai pihak.

"Termasuk, juga mereka yang mencari popularitas dari perkara yang tengah saya hadapi," ujarnya.

"Saya tidak memahami bagaimana hal tersebut terjadi, sementara prinsip negara hukum yang memberikan hak atas jaminan. Perlindungan dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama bagi semua warga negara di mata hukum masih diletakkan dalam konstitusi negara kita," katanya.

Ia menuturkan, bahwa semua pihak seharusnya menghormati praduga tidak bersalah.

Hal tersebut sesuai dengan penjelasan umum butir ketiga huruf c KUHAP, demikian pula pasal 8 ayat (1) Undang-Undang No. 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman.

"Yang menegaskan bahwa setiap orang yang dituntut dan dihadapkan di muka sidang pengadilan wajib dianggap tidak bersalah sampai adanya putusan pengadilan yang menyatakan kesalahannya," ujarnya.

Pada pemberitaan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Ferdy Sambo dihukum pidana seumur hidup dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Dengan begitu, Sambo lolos dari ancaman hukuman mati.

Diketahui, pembunuhan berencana Brigadir J itu diotaki oleh Eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo.

Adapun pembunuhan itu dilakukan di rumah dinas Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan pada 8 Juli 2022.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved