Senin, 25 Mei 2026

Tangerang Raya

Kasus Virus LSD di Kabupaten Tangerang Bertambah dan Wilayah Paparan Semakin Meluas

Kasus hewan ternak yang terjangkit virus Lumpy Skin Disease (LSD) di wilayah Kabupaten Tangerang semakin meluas. 

Tayang:
Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Intan UngalingDian
Tribun Tangerang/Rafzanjani Simanjorang
Ilustrasi sapi. Saat ini kasus Virus Lumpy Skin Disease (LSD) di Kabupaten Tangerang bertambah dan wilayah paparan semakin meluas. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Kasus hewan ternak yang terjangkit virus Lumpy Skin Disease (LSD) di wilayah Kabupaten Tangerang semakin meluas. 

Hal itu disampaikan oleh Kabid Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Joko Ismadi.

"Jadi memang angka sakit dan penularan penyakit hewan itu tidak sesuai dengan yang ada di teks book," ujar Joko Ismadi, Jumat (3/3/2023).

Joko menerangkan, kasus penularan virus LSD di wilayah kini telah menembus angka lebih dari 60 kasus.

Penambahan jumlah kasus LSD atau penyakit kulit berbenjol pada hewan ternak tersebut juga mengalami perluasan wilayah tingkat penularannya. 

Sebelumnya kasus LSD hanya ditemukan di dua wilayah Kabupaten Tangerang.

Namun kini telah bertambah menjadi tiga wilayah teridentifikasi penyakit tersebut. 

"Virus LSD yang menjangkit pada hewan ternak ini lumayan cepat tingkat penularanya dan sekarang terhitung sudah ada diatas 60 kasus," kata dia.

"Sekarang ada penambahan satu wilayah lagi yakni di Kecamatan Sindang Jaya yang ditemukan ada sembilan ekor sapi terjangkit LSD," ujarnya.

Kendati demikian, Joko memastikan, belum ada laporan resmi hewan ternak mati akibat terjangkit penyakit virus LSD tersebut. 

"Meski kasusnya sudah sampai puluhan, tapi sampai saat ini kalau kasus hewan mati dipastikan belum ada," ujarnya.

Ada hewan yang sebelumnya sempat terpapar, kini telah sembuh seiring dengan upaya pengobatan yang dilakukan. 

Menurutnya, penanganan terhadap sapi terjangkit LSD sama dengan sapi yang terkena penyakit mulut dan kuku (PMK) beberapa waktu lalu.

Mereka ditangani dengan cara dipisahkan dari sapi  sehat serta dilakukan vaksinasi.

"Kalau dari kasus pertama yang muncul itu kondisinya sekarang sudah sembuh, kemudian ada beberapa juga hewan yang suspek saat ini sudah sembuh juga," kata Joko Ismadi. 

Baca juga: DPKP Kabupaten Tangerang Terima 1.001 Vaksin dari Kementerian Pertanian Tekan Wabah LSD

Baca juga: Sebaiknya Jangan Makan Jeroan, Bagian Kaki Ternak Saat Wabah PMK, ini Alasannya


 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved