Ramadan

Teuku Wisnu Maknai Ramadan sebagai Momen Melatih Kesabaran Terutama Menghadapi Anak-anak

Setiap datang Ramadan, pemain sinetron Teuku Wisnu selalu menyambutnya penuh sukacita sebagai momen melatih kesabaran.

Penulis: Indri Fahra Febrina | Editor: Intan UngalingDian
Tribun Tangerang/Indri Fahra Febrina
Pemain sinetron Teuku Wisnu menganggap puasa Ramadan sebagai momen untuk melatih kesabaran, terutama bersabar dalam membimbing dan mengasuh ketiga buah hatinya. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Setiap datang Ramadan, pemain sinetron Teuku Wisnu selalu menyambutnya penuh sukacita.

Menurut Teuku Wisnu, makna puasa sebagai melatih kesabaran diri.

"Saya mencoba untuk training diri saya. Ada satu bulan Ramadan itu, kita bisa inshaAllah jadi hamba Allah yang lebih baik lagi," kata Wisnu di Masjid Istiqlal, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Sabtu (25/3/2023). 

Satu hal yang sangat dilatih Wisnu selama Ramadan yaitu  meredam emosi. 

Dia tak ingin pahala puasanya berkurang lantaran tak mampu mengontrol emosi. 

"Kalau puasa kan sayang ya, namanya sudah haus dan lapar. Kita harus kontrol emosi, itu kan akan mengurangi pahala. Sayang aja kalau Ramadan kita enggak bisa kontrol emosi kita," ujarnya. 

Ayah tiga anak itu berharap bisa memperoleh manfaat dari puasa.  

Contohnya, mampu menjadi pribadi lebih baik lagi dari sebelumnya. 

"Artinya saya mencoba untuk memaknai setiap Ramadan, tentunya menjadi hamba Allah lebih baik lagi."

"Semacam ada karantina, setelah Ramadan itu keluar nanti jadi hamba Allah lebih baik lagi," kata Teuku Wisnu.

Baca juga: Shireen Sungkar Bersyukur Teuku Wisnu Jadi Pasangan Hidup dan Ayah Ketiga Anaknya

Sementara itu, dua buah hatinya sudah mulai ikut berpuasa Ramadan,  Teuku Adam Al Fatih dan Cut Hawwa Medina Al Fatih.

Meskipun sama-sama berpuasa, kedua anak Wisnu itu memiliki cerita berbeda. 

Wisnu menilai, anak sulungnya, Adam lebih siap menjalani puasa tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya. 

"Alhamdulillah Adam dulu biasanya ketika bangun sahur harus digendong, makannya sambil ngantuk ngantuk. Dulu harus disuapi, karena ngantuk," kata Wisnu.

"Sekarang sudah lebih segar makannya, lebih siap untuk sahur, duduk makan sahur bisa sendiri," ujarnya. 

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved