Jumat, 12 Juni 2026

Haji

PT Naila Masuk dalam Daftar Hitam di Kementerian Agama karena Tipu dan Telantarkan Jemaah Umrah

PT Naila Syafaat Wisata Mandiri masuk dalam daftar hitam karena terbukti telah menipu dan menelantarkan jemaah umrahnya.

Tayang:
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Intan UngalingDian
Wartakotalive.com-TribunTangerang/Gilbert Sem Sandro
Ilustrasi jemaah umrah yang berangkat umrah melalui Bandara Inernasional Soekarno Hatta. Salah sau perusahaan penyelenggara perjalanan umrah PT Naila Syafaah Wisata Mandiri masuk dalam daftar hitam di Kementerian Agama karena menipu dan menelantarkan jemaah umrah. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Perusahaan penyelenggara perjalanan umrah PT Naila Syafaah Wisata Mandiri masuk dalam daftar hitam Kementerian Agama RI.

PT Naila Syafaat Wisata Mandiri masuk dalam daftar hitam karena terbukti telah menipu dan menelantarkan jemaah umrahnya.

Perusahaan penyelenggara perjalanan umrah (PPU) iu telah dihapus dalam daftar PPU berizin resmi dari Kementerian Agama.

"Sudah kami takedown dari daftar PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah-Red) di seluruh aplikasi Kemenag RI," ujar Kasubdit Pemantauan dan Pengawasan Umrah dan Haji Khusus Kemenag Ri Mujib Roni, saat dikonfirmasi, Sabtu (1/4/2023).

Informasi terkait travel umrah tersebut sudah dihapus dari daftar PPU berizin resmi Kemenag.

Dalam laman resmi Kemenag.go.id, PT Naila sudah tidak ditemukan di kanal basis data penyelenggara perjalanan ibadah umrah berizin resmi.

"Artinya sudah tidak muncul dalam seluruh aplikasi, baik di Siskopatuh, Umrah Cerdas dan Haji Pintar Kemenag RI," kata Mujib.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) RI mengaku kecolongan terkait kasus jemaah umrah ditipu hingga ditelantarkan di Arab Saudi baru-baru ini.

Jemaah itu mengikuti travel umrah PT Naila Syafaah Wisata Mandiri, tetapi niat mereka untuk beribadah terhambat karena perbuatan perusahaan tersebut.

Kasubdit Pemantauan dan Pengawasan Ibadah Umrah dan Ibadah Haji Khusus Kemenag RI, Mujib Roni mengaku, Kemenag Agama kecolongan dalam sisi pengawasan ketika jemaah berangkat umrah dari Indonesia ke Arab Saudi.

"Kami tidak sepenuhnya bisa melakukan verifikasi, karena apa? Bandara-bandara keberangkatan itu cukup banyak," ujar dia kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (30/3/2023).

"Taroklah di Soetta (Bandara Internasional Soekarno Hatta) saja itu ada dua terminal, yaitu 2 F sama di terminal 3. Kemudian belum lagi nanti di Surabaya, di Makassar," kata Mujib Roni.

Baca juga: Jemaah Umrah Alami Peningkatan, Diprediksi Semakin Ramai saat Ramadan, Imigrasi Siapkan Terminal 2F

Baca juga: Calon Jemaah Umrah Lewat Bandara Internasional Soekarno HattaTidak Wajib Vaksin Meningitis

Mujib mengatakan, keterbatasan sumber daya manusia dalam melakukan proses pengecekan setiap keberangkatan jemaah membuat Kemenag kecolongan.

"Kami memiliki keterbatasan tenaga yang kami lakukan di bandara Soetta saja yang lain-lain kami belum bisa lakukan," tuturnya.

"Nah untuk di Soetta yang kita lakukan adalah meminta, mengonfirmasi ulang per jemaah jadi hanya tour leader-nya saja," ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved