Selasa, 19 Mei 2026

Pemilu

Peneliti BRIN Sebut Koalisi Parpol Hanya Politik Dagang Sapi yang Bicara Bagi-bagi Jabatan

Peneliti Ahli Utama BRIN, Siti Zuhro memandang jika koalisi dalam partai politik di Indonesia, berpraktik layaknya politik dagang sapi.

Tayang:
Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Joko Supriyanto
TribunTangerang.com/Nuri Yatul Hikmah
Peneliti BRIN yang juga anggota majelis dewan pakar Persatuan Perhimpunan Periset Indonesia (PPI), Siti Zuhro di gedung Tribun Network, Palmerah, Jakarta Pusat, Kamis (24/8/2023). 

TRIBUNTANGERANG.COM - Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Siti Zuhro memandang jika koalisi dalam partai politik di Indonesia, berpraktik layaknya politik dagang sapi.

Alias hanya membahas soal kesepakatan siapa mendapat apa.

"Jadi Laswell kan sudah mengatakan politik itu is a matter of who’s get what, jadi siapa mendapat apa dengan cara apa dan sebagainya,” kata Siti dalam sesi wawancara ekslusif bersama Tribun Network, Kamis (24/8/2023). 

"Jadi deal-nya itu ke sana memang. Sudah sampai kalau ini koalisi menang, saya berapa untuk di kabinet, lalu bagaimana yang ada di parlemen, apa saja yang saya duduki untuk alat perlengkapan di DPR,” imbuhnya.

Artinya, praktik koalisi itu di dalamnya hanya membicarakan soal pembagian posisi dan kursi pimpinan yang didapat masing-masing parpol.

Baca juga: Marak Dinasti Politik, Peneliti BRIN Soroti Ketua Umum Partai yang Sangat Berkuasa

Sehingga meski hal itu menjadi urusan partai politik, Siti tetap menyayangkan mengapa potret tersebut ditonjolkan kepada publik.

Sementara tujuan atau kepentingan publik yang skalanya nasional, justru tercecer begitu saja.

"Padahal pemilu itu betul-betul esensinya adalah ini arena untuk suksesi dan cara untuk mengoreksi rezim yang ada untuk perbaikan yang akan datang, kan itu esensinya," kata Siti.

"Lah kami tidak dapat karena terlalu banyak lobi-lobi yang akhirnya bukan dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat, bukan. Memang pemilunya langsung, tapi sebetulnya dari elite dipilih oleh rakyat, rakyat di fetakompli. Ini yang makanya kenapa rakyat harus cerdas. Pemilih kita ini harus betul-betul bukan digerakkan untuk memilih itu karena uang,” imbuhnya.

Baca juga: BRIN Sebut Andi Pangerang Idap Psikosis, RSJI Milik Muhammadiyah Siap Rawat Gratis

Oleh karena itu, Siti pun menagih janji Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang rencananya hendak melakukan sosialisasi besar-besaran tentang pentingnya pemilu dan pentingnya menggunakan hak pilih.

"Itu yang kami harapkan ke depan. Lah arena-arena seperti itu harus diisi tentunya oleh para akademisi, aktivis untuk ikut membantu mensukseskan ini," pungkasnya. (m40)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved