Penderita ISPA 3 Bulan Terakhir di Kabupaten Tangerang Tembus 30 Ribu Kasus
Sebanyak 30.200 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) melanda masyarakat di Kabupaten Tangerang dalam tiga bulan terakhir.
Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Joko Supriyanto
Laporan Wartawan,
TRIBUNTANGERANG.COM, Gilbert Sem Sandro
TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Sebanyak 30.200 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) melanda masyarakat di Kabupaten Tangerang dalam tiga bulan terakhir.
Puluhan ribu kasus ISPA itu menyerang masyarakat yang tinggal di wilayah Kabupaten Tangerang selama musim kemarau yang diakibatkan dampak fenomena El-Nino.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, Achmad Muchlis.
"Sejak bulan Agustus-September 2023 atau selama musim kemarau ini kasus ISPA di wilayah Kabupaten Tangerang mencapai 30.200 kasus," ujar Achmad Muchlis, Senin (16/10/2023).
"Jumlah tersebut merupakan total semua kunjungan ke seluruh faskes dari jumlah penduduk di Kabupaten Tangerang," imbuhnya.
Baca juga: Waspada! Kasus ISPA dan Pneumonia di Jabodetabek Meningkat Akibat Memburuknya Kualitas Udara
Lebih lanjut Muchlis menjelaskan, kasus ISPA yang terdeteksi selama kemarau, mengalami peningkatan sekitar 0,1 persen atau dari angka 30 ribu menjadi 30.200 ribu kasus.
Pada periode bulan Agustus-September 2023, penderita ISPA terbanyak berasal dari masyarakat yang golongan usia produktif, yakni berusia 15 sampai 50 tahun.
"Selama beberapa bulan terakhir ini ada peningkatannya sedikit, jadi dari 30 ribu itu meningkat hingga 30.100 sampai 30.200 kasus," kata dia.
Tingginya angka penderita ISPA di Kabupaten Tangerang dipengaruhi oleh musim kemarau panjang akibat dampak fenomena El-Nino yang terjadi di Indonesia.
Baca juga: Dinkes Kota Cilegon Ungkap Ada 10.146 Kasus ISPA pada Balita Sepanjang Januari-Juni 2023
Selain itu, fenomena kualitas udara di Kabupaten Tangerang yang sempat menjadi sorotan karena sangat buruk juga turut serta menjadi penyebab masyarakat terserang ISPA.
"Sekarang yang terjadi itukan musim panas, kemudian berdampak terhadap kesehatan seperti batuk atau radang tenggorokan," tuturnya.
"Untuk itu diimbau kepada masyarakat agar bisa menjaga imunitas tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan vitamin, rajin berolahraga, menggunakan masker, aerta mengurangi aktivitas pembakaran sampah untuk mengurangi asap polusi udara," jelas Achmad Muchlis. (m28)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Ilustrasi-anak-yang-mengalami-ispa.jpg)