Sabtu, 11 April 2026

Masyarakat Diminta Waspada Mycoplasma Pneumonia dari China, Gejalanya Mirip ISPA

Masyarakat diminta mewaspadai penyakit mycoplasma pneumonia yang tengah merebak di China dan menyerang anak.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Ign Prayoga
Avent
Ilustrasi virus 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Masyarakat diminta mewaspadai penyakit mycoplasma pneumonia yang tengah merebak di China.

Saat ini, kasus tersebut meningkat dan menyerang anak-anak negeri Tirai Bambu.

Imbauan agar masyarakat mewaspadai mycoplasma pneumonia ini dipaparkan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

“Sesuai dengan rilis Kementerian Kesehatan, memang ada peningkatan kasus di China terkait kasus ISPA (infeksi saluran pernapasan akut),” ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati di Jakarta, Selasa (5/12/2023).

Ani mengatakan, masyarakat patut waspada dengan penyakit yang terjadi di luar.

Masyarakat dapat melakukan pencegahan dengan memakai masker saat berada di luar ruangan.

"Pada dasarnya kita hanya perlu waspada, yang paling penting adalah apabila ada gejala-gejala ISPA atau menyerupai ISPA maka segera saja akses layanan kesehatan,” katanya.

Ani mengatakan, saat ini Dinkes masih mendalami dugaan kasus mycoplasma pneumonia yang terjadi di Jakarta.

Sejauh ini, Dinkes memang tengah menangani pasien dengan keluhan ISPA.

"Di Jakarta kami secara spesifik menghitung yang mycoplasma ya tetapi kasus ISPA memang selalu dihitung sebagai sistem kewaspadaan. Sama seperti waktu polusi kan, kasus ISPA juga terus kami sampaikan,” ujarnya.

Gejala Mycoplasma Pneumonia

Pemerintah telah menerima laporan kasus mycoplasma pneumoniae masuk ke Indonesia. Bakteri penyebab pneumonia tersebut dilaporkan mewabah di China.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi mengatakan, laporan itu diterima melalui Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Saat ini, pemerintah tengah memverifikasi jumlah kasusnya.

"Sudah ada laporan, tapi baru lisan dari DKI Jakarta. Dan hari ini akan diverifikasi oleh Dinkes DKI Jakarta sekaligus melakukan pemeriksaan epidemiologi," kata Nadia kepada Kompas.com, Selasa.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved