Sabtu, 9 Mei 2026

Jaksa di Surabaya Terlibat Tabrak Lari Jam 2 Pagi, Polisi Segera Lakukan Tes Urine, Begini Hasilnya

Seorang jaksa di Surabaya menabrak pedagang kacang lalu kabur pada Rabu (21/2/2024) dini hari. Polisi telah melakukan tes urine terhadap jaksa tersebu

Tayang:
Editor: Ign Prayoga
TribunJatim
Lokasi kecelakaan mobil yang dikemudikan seorang jaksa di Jalan Darmo Surabaya, Jatim, Rabu (21/2/2024) dini hari. Polisi telah melakukan tes urine terhadap jaksa tersebut. 

TRIBUNTANGERANG.COM, SURABAYA - Seorang jaksa di Surabaya, Jatim, menabrak pedagang kacang lalu kabur pada Rabu (21/2/2024) dini hari.

Saat kabur, jaksa berinisial AH tersebut menerobos lampu merah dan menyebabkan tabrakan serta menghajar mobil yang parkir di depan sebuah restoran.

Jaksa AH merupakan jaksa pidana khusus di Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak, Surabaya

Kejadian ini mencuatkan gosip AH mengemudi dalam keadaan mabuk ataupun dalam pengaruh narkoba.

Kasus kecelakaan ini ditangani Polrestabes Surabaya

Satuan Lalu Lintas  (Satlantas) Polrestabes Surabaya kemudian membeberkan penyebab kecelakaan yang terjadi pada dua titik di jalan protokol Kota Surabaya tersebut.

Titik pertama kecelakaan adalah Jalan Panglima Sudirman, Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya

Sedangkan titik kedua adalah perempatan antara Jalan Raya Darmo dan Jalan Bengawan, Kelurahan Darmo, Wonokromo, Surabaya.

AH mengemudikan mobil Toyota Innova Reborn bernopol W-1714 warna hitam. Sedangkan dua mobil yang dihajar AH adalah mobil Toyota Innova warna silver dan Suzuki Ertiga.

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Arif Fahzrulrahman menduga, kecelakaan terjadi karena AH mengemudi dalam keadaan mengantuk.

"Faktor penyebabnya adalah mengantuk saat berkendara," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com, Rabu (21/2024).

Sementara itu, Kanit Laka Satlantas Polrestabes Surabaya AKP Suryadi memastikan, AH telah menjalani tes urine dan tes alkohol.

Menurut Suryadi, hasil tes menunjukkan AH negatif narkotika dan alkohol.

"Tes urin dan tes alkohol nihil," katanya saat dihubungi TribunJatim.com

Terkait penyebab kecelakaan. Suryadi menduga, sopir pada saat itu mengemudikan mobil dalam keadaan mengantuk sehingga kehilangan konsentrasi dan terlibat kecelakaan.

"Capek, enggak konsentrasi mengantuk," ungkapnya.

Mengenai jumlah korban luka dalam insiden tersebut. Suryadi memastikan, korban luka berjumlah dua orang dan telah mendapatkan penanganan medis di RSUD dr Soetomo Surabaya.

Mereka berinisial MS (48) warga Sawunggaling, Wonokromo, Surabaya dan MN (44) warga Kalianak, Asemrowo, Surabaya.

Seruduk Penjual Kacang

Kecelakaan tersebut bermula saat Toyota Innova yang dikemudikan AH melaju dari utara menuju ke selatan atau dari dalam Kota Surabaya menuju Sidoarjo.

Pada satu titik di Jalan Panglima Sudirman, mobil tersebut menyeruduk gerobak penjual kacang yang melaju di bahu jalan.

Penjual kacang rebus itu terpental ke aspal dan terluka.

Namun AH malah tancap gas ke arah perempatan Jalan Raya Darmo dan Jalan Bengawan.

Lampu merah pun disikat.

Saat yang sama, muncul mobil Ertiga dan tabrakan tak terhindarkan.

Mobil AH kemudian oleng dan menabrak sebuah Innova yang parkir di pinggir jalan.

Beberapa orang pengendara motor yang melihat insiden tersebut, segera melakukan pengejaran.

Mereka akhirnya mendapati mobil AH ringsek karena menabrak Ertiga dan Innova di perempatan.

Si pedagang kacang mengaku dirinya diseruduk saat mengayuh gerobak serupa becak di Embong Kaliasin.

"Waktu ke pinggir disantap dari belakang. Ditabrak sama mobil di karapan sapi. (Saya) Langsung gak sadar. Becaknya putus. Saya dibawa ambulance ke sini (pos simpang empat). Langsung ditangani. Kaki sebelah kanan sobek, dijahit. Kaki kanan lecet," ujar korban tabrakan, berinisial N, tersebut.

Sementara itu, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya, Jemmy Sandra membenarkan, AH merupakan jaksa yang berdinas di Kejaksaan Tanjung Perak Kota Surabaya.

Jemmy pun tak menyangkal insiden itu terjadi karena AHS telah menerobos lampu merah.

Kemudian, mengenai perkembangan kasus kecelakaan tersebut, AHS sekarang sedang diperiksa oleh penyidikan kepolisian dari Unit Laka Satlantas Polrestabes Surabaya.

"Sudah diperiksa kok, sampai sekarang masih dimintai keterangan oleh polisi," kata Jemmy, saat dihubungi TribunJatim.com, Rabu (21/2/2024) sore.

Saat disinggung soal tabrak lari, Jemmy menjelaskan memang AH awalnya menabrak penjual kacang.

Hal ini membuat AH sempat dikerumuni massa.

Lantaran panik takut terjadi amuk massa, AH kabur dengan maksud mencari bantuan polisi.

Namun, dalam perjalanan mencari bantuan malah kembali terjadi kecelakaan.

Jemmy memastikan AH saat itu sedang perjalanan dari kantor menuju rumah di Sidoarjo.

Pada Selasa (20/2/2024) malam, AH lembur dan baru meninggalkan kantor sekitar pukul 23.30 WIB.

Jemmy menduga teman seprofesinya itu mungkin sedang dalam kondisi kelelahan, sehingga mengalami penurunan konsentrasi ditengah aktivitas mengemudi.

"Mungkin terlalu panik ya," ucap Jemmy

 Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved