Sandiaga Uno: Standar Keamanan dan Kelayakan Sektor Pariwisata Jadi Prioritas Utama
Sandiaga Uno mengatakan, standar keamanan dan kelayakan tempat wisata perlu dilakukan peningkatan oleh seluruh pelaku wisata di Tanah Air.
Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Joko Supriyanto
Laporan Wartawan,
TRIBUNTANGERANG.COM, Gilbert Sem Sandro
TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Direktorat Standardisasi dan Sertifikasi Usaha Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI menggelar rapat koordinasi standardisasi dan sertifikasi usaha Wilayah Indonesia Barat.
Rapat bertajuk 'Kolaborasi Percepatan Penerapan Standardisasi dan Sertifikasi Usaha untuk Mendorong Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Usaha Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif' itu dipimpin oleh Menparekraf RI Sandiaga Uno, serta Deputi Bidang Industri dan Investasi, Rizki Handayani Mustafa.
Diselenggarakan di Hotel Novotel Tangerang tersebut diikuti oleh sejumlah instansi pemerintahan dan pelaku usaha sektor pariwisata di Indonesia.
Mulai dari Kepala Dinas Pariwisata Provinsi dan Kabupaten/Kota dari Wilayah Indonesia Barat, pimpinan asosiasi usaha pariwisata, pimpinan LSPr usaha pariwisata, perwakilan World Health Organization (WHO) di Indonesia, hingga unsur akademisi.
Sandiaga Uno mengatakan, standar keamanan dan kelayakan tempat wisata perlu dilakukan peningkatan oleh seluruh pelaku wisata di Tanah Air.
Baca juga: Beri Sinyal Gabung Kubu Prabowo-Gibran, Sandiaga Uno Ucapkan Terima Kasih ke Ganjar-Mahfud
Pasalnya standar keamanan dan kelayakan sektor destinasi pariwisata di Indonesia hanya mencapai satu persen, sehingga dapat menjadi ancaman bagi para pelaku wisata.
"Saya ingin stadardisasi dan sertifikasi menjadi prioritas, karna banyak sekali destinasi wisata dan taman rekreasi yang ada di Indonesia rentan akan peristiwa kecelakaan, ada juga yang tidak bersih, belum sesuai dengan kaidah kesehatan maupun kaidah keberlanjutan lingkungan," ujar Sandiaga Uno saat diwawancarai Wartakotalive.com, Kamis (29/2/2024).
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017 hingga 2022 itu menerangkan, rendahnya persentase standar keamanan dan kelayakan wisata disebabkan akibat minimnya sosialisasi dan edukasi ke masyarakat secara konsisten.
Hal tersebut tentu menjadi ancaman bagi para pelaku wisata lantaran berpotensi menurunkan angka wisatawan baik dari lokal maupun wisatawan mancanegara.
Oleh karena itu hingga akhir masa kepemimpinannya pada bulan Oktober 2024 mendatang, peningkatan jumlah persentase standar keamanan dan kelayakan sektor pariwisata akan menjadi prioritas utama.
"Saya ingin stadarisasi dan sertifikasi wisata ini menjadi prioritas dan harus diimplementasikan dengan tegas, penuh konsisten dan istikamah serta harus melibatkan semua pihak, baik dari pemerintah, akademisi, hingga komunitas," kata dia.
"Apabila persentasinya ditingkatkan, akhirnya manfaatnya bukan hanya bagi wisatawan, tapi juga para pekerja, bagi para pelaku sektor parekraft ini sendiri, jadi ini perlindungan untuk semua," sambungnya.
Baca juga: Sandiaga Uno Kenang Sosok Rizal Ramli: Tokoh Inspiratif Bidang Ekonomi
Dalam 10 tahun ke depan, Sandiaga pun menargetkan persentasi keamanan dan kelayakan di seluruh objek wisata se-Indonesia dapat meningkat menjadi 20 persen.
Menurut Sandi, pihakya akan berkolaborasi bersama dengan Kementerian Perekonomian guna menerapkannya ke seluruh elemen yang berkaitan dengan pariwisata, seperti perhotelan dan villa penginapan untuk mewujudkan hal tersebut.
| Rahasia Coto Makassar Kramat yang Selalu Ramai, Resepnya Tak Pernah Berubah |
|
|---|
| Wamendagri Bima Arya Minta Pemda Tidak Abai terhadap Persoalan Sampah di Destinasi Wisata |
|
|---|
| Gubernur Banten Andra Soni Optimistis Anyer-Carita Kembali Jadi Destinasi Wisata Unggulan |
|
|---|
| Warga Ingin Rumah Kolonial di Tangsel Disulap Jadi Wisata Sejarah ala Kota Tua |
|
|---|
| 8 Spot Seru di Jakarta untuk Healing Tanpa Perlu Staycation Mahal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Menparekraf-RI-Sandiaga-Salahuddin-Uno-292.jpg)