Fakta dr Dwi Tewas Setelah Mobilnya Menabrak Tiang, Awalnya Dikejar Warga dan Diteriaki Maling
Inilah kronologi kecelakaan yang menewaskan dokter Dwi Fatimah Yen versi keluarga dan polisi.
TRIBUNTANGERANG.COM, JAMBI - Seorang dokter muda, dr Dwi Fatimahyen (29), meninggal dunia akibat mengalami kecelakaan tunggal di Jambi.
Dwi Fatimahyen yang mengemudikan mobilnya dalam kecepatan tinggi karena dikejar warga dan diteriaki maling.
Pada satu kesempatan, Dwi Fatimahyen berusaha menyusul sebuah truk.
Sebelum Fatimah berhasil mendahului truk di sisi kiri, dari arah berlawanan muncul sebuah truk lain.
Dwi Fatimah banting setir ke kanan hingga mobilnya menabrak tiang.
Dokter kecantikan tersebut mengalami luka parah dan dilarikan ke rumah sakit. Sehari kemudian, Sabtu (30/3/2024), Dwi Fatimah meninggal dunia.
Kecelakaan di Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, ini disesalkan oleh banyak pihak. Dokter Dwi Fatimah yang datang secara baik-baik, malah diteriaki maling dan dikejar oleh warga.
Pihak keluarga membantah tuduhan maling yang mengarah pada dokter Dwi Fatimah Yen dan menceritakan kronolgi yang berbeda dari pihak kepolisian.
Dilansir TribunJambi, dokter Dwi Fatimah Yen adalah alumni Fakultas Kedokteran Universitas Jambi.
Dia merupakan anak bungsu dari pasangan Pasiman dan Nani, warga Kelurahan Pasir Panjang, kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi.
"Beliau lulus STR (surat tanda registrasi) tahun 2018, sekarang berusia 29 tahun," kata Dr Erwin, sepupu korban, yang merupakan dosen di Fakultas Hukum Universitas Jambi.
Versi Keluarga vs Versi Polisi
Berikut adalah kronologi kejadian kecelakaan yang menimpa dokter Dwi Fatimah Yen versi keluarga dan polisi.
Dilansir dari Kompas.com, Dwi berangkat dari rumah menuju Desa Sebapo, Kecamatan Mestong Kabupaten Batanghari, sekitar pukul 14.00 WIB.
Ia hendak mencari lokasi atau ruko untuk membuka usaha klinik kecantikan.
Ketika pulang dari Sebapo, mobilnya terjebak macet cukup panjang di daerah Desa Pondok Meja,
Dwi Fatimah berinisiatif mencari jalur alternatif di simpang Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jambi, yang memang bisa tembus ke kampus Universitas Jambi.
"Waktu dia masuk itu masih siang. Tapi dia tidak paham jalannya lalu kesasar, beliau gunakan Google maps, untuk menemukan jalan, tapi malah berputar-putar di area perumahan," kata Erwin.
Ketika dia menemukan jalur keluar, ada tiga orang yang membuntuti dengan sepeda motor.
Dwi kemudian menelepon orangtuanya.
"Pak, Dwi takut. Dwi dibuntuti orang, kebetulan tempatnya sepi," kata Erwin mengulangi percakapan Dwi Fatimah dan ayahnya.
Sang ayah memberi saran agar Dwi segera ke tempat ramai. "Cepat ke tempat ramai, agak ngebut," kata ayahnya.
Erwin mengatakan, tiga pengendara motor itu terus mengejar dan meneriaki maling.
Orangtua Dwi tidak tahu kejadian selanjutnya karena Dwi tidak bisa dihubungi. Ketika orangtuanya menghubungi Dwi sekitar pukul 18.30, Dwi tidak mengangkat handphone-nya.
Saat hari semakin gelap, Pasiman kembali menghubungi handphone Dwi Fatimah dan handphone tersebut diangkat oleh seorang pria.
Pria ini memberi kabar bahwa Dwi mengalami kecelakaan dan telah dibawa ke RS Raden Mattaher.
Tembakan peringatan
Keterangan dari pihak keluarga berbeda dari penjelasan polisi.
Kapolres Muaro Jambi, AKBP Wahyu Bram menuturkan, pada pukul 10.00 WIB, mobil yang dikendarai Dwi masuk perumahan Pondok Cipta di dekat SPN Polda Jambi.
Mobil masuk ke perumahan itu dengan kecepatan tinggi.
Seorang warga kemudian membagikan informasi ada mobil berkecepatan tinggi masuk ke perumahan. Informasi itu diunggah ke grup WhatsApp warga setempat.
Menurut Wahyu, warga berusaha menghentikan mobil yang dikemudikan Dwi. Namun Dwi tidak mau berhenti.
"Karena gak mau berhenti, akhirnya dikejar," kata Wahyu dalam jumpa pers, Selasa (2/4/2024).
Dwi Fatimah tancap gas ke jalan lintas Sumatera dan mengarah ke Kota Jambi. Dia dikejar lima pria yang naik tiga sepeda motor.
Pada satu titik, mobil tersebut melewati pos pemeriksaan polisi dan Dinas Perhubungan Kabupaten Muaro Jambi.
Mobil Dwi Fatimah melintasi pos pemeriksaan dengan kecepatan tinggi. Demikian pula tiga motor yang mengejarnya.
Namun salah motor kemudian berhenti di pos dan melaporkan bahwa mereka mengejar terduga maling dari perumahan Pondok Cipta.
Polisi menerima laporan itu dan ikut mengejar. Pengejaran dari pos pemeriksaan itu berlangsung kurang lebih 15 menit.
"Dalam waktu 15 menit itu polisi dan warga sama-sama melakukan pengejaran, kemudian hanya polisi yang melakukan pengejaran," kata Wahyu.
Polisi menyalakan sirine dan memakai pengeras suara untuk menyuruh berhenti. Bahkan polisi melepaskan tembakan peringatan.
Namun yang bersangkutan terus melaju dengan kecepatan tinggi sampai keluar kota menuju jalan lintas Sumatera Jambi-Riau.
"Pengejaran dari selatan-utara itu sekitar 40 menit melewati Kota Jambi dan kemudian kembali lagi ke Muaro Jambi, hingga di Desa Sekernan, Kecamatan Sekernan korban mengalami kecelakaan tunggal," kata Wahyu.
Ketika di jalan arus lintas padat, korban tetap ngebut dan berusaha mendahului mobil truk. Namun dari arah berlawan ada truk. Sehingga, korban memutuskan banting setir ke kanan untuk menghindari tabrakan.
Ketika banting setir mobilnya menjadi tak terkendali dan menabrak rumah warga.
“Setelah itu anggota kami langsung melakukan evakuasi, dibawa ke rumah sakit ternyata sudah tidak selamat,” kata Wahyu Bram.
Dalam kasus dokter tewas kecelakaan ini, polisi telah memeriksa lima orang warga yang mengejar korban.
Namun, kata Wahyu, penyebab kecelakaan bukan karena pengejaran yang dilakukan warga, melainkan sudah dari awal korban sudah ngebut ketika masuk perumahan.
"Sejak awal sudah memicu kekhawatiran warga, sehingga warga berpikir yang aneh-aneh,” kata Wahyu.
Artikel ini telah tayang di TribunJambi.com
Kelelahan Ketika Mencuri di Rumah Warga, Pajri Ketiduran di Kasur Sang Pemilik Rumah |
![]() |
---|
Rafina, Mantan Karyawan Bank Jambi yang Ketagihan Judi Online hingga Bobol Rekening Nasabah Rp7,1 M |
![]() |
---|
Viral Ular Kobra Masuk ke dalam Celana Ketua PPK saat Penghitungan Suara di Marosebo Jambi |
![]() |
---|
Satu Pekan Hilang, Bocah di Danau Sipin Kota Jambi Ditemukan Tak Bernyawa di Bawah Gardu Listrik |
![]() |
---|
Daniel Sihombing Bunuh Resti Widia Gadis Asal Serang di Jambi karena Tergiur Harta Korban |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.