Berkaca dari Banjir Dubai, Ahli Meteorologi Peringatkan Potensi Perang Cuaca karena Pemindahan Awan
rekayasa cuaca seperti yang beberapa kali dilakukan di Indonesia, bisa memicu cuaca ekstren dan tidak terkendali.
TRIBUNTANGERANG.COM - Pemindahan awan hujan ataupun penyemaian awan hujan seperti yang beberapa kali dilakukan di Indonesia, bisa memicu cuaca ekstrem.
Demikiar pula banjir di Dubai yang terjadi baru-baru ini. Peristiwa tersebut menimbulkan kekhawatiran adanya manipulasi curah hujan secara artifisial.
Banjir di Dubai diduga disebabkan oleh penyemaian awan atau rekayasa cuaca di suatu wilayah yang akhirnya menimbulkan bencana di Dubai.
Terkait hal ini, ahli meteorologi memperingatkan adanya potensi perang cuaca antar negara.
Ahli Meteorologi Senior dari Perusahaan Teknologi Lingkungan Kisters, Johan Jaques memperingatkan konsekuensi yang tidak diinginkan jika menggunakan teknologi yang relatif baru tersebut, karena bisa berpotensi menyebabkan ketidakstabilan diplomatik.
“Setiap kali kita mengganggu pola curah hujan alami, kita memicu rangkaian peristiwa yang tidak dapat kita kendalikan,” katanya dikutip dari Daily Mail, Jumat (19/4/2024).
Johan menambahkan, intervensi terhadap cuaca memunculkan dampak buruk, sebab perubahan cuaca di satu negara mungkin dapat menimbulkan dampak yang tidak diinginkan seperti bencana di negara lain. Apalagi cuaca tidak mengenal batas-batas internasional.
"Cuaca ekstrem, dan kekhawatiran terhadap perubahan iklim serta kemungkinan manipulasi, telah mendapat perhatian dalam beberapa hari terakhir karena banjir di Dubai menyebabkan gangguan luas dan kerusakan infrastruktur," ujarnya.
Banjir Dahsyat
Seperti diberitakan, Dubai di Uni Emirat Arab pekan ini dilanda banjir besar yang membanjiri bandara dan banyak jalan di sekitarnya, memaksa puluhan penerbangan dibatalkan karena para pelancong berdesakan di ruang tunggu untuk berlindung dari hujan lebat.
Video yang dibagikan di media sosial menunjukkan bagaimana mobil terisi air, memaksa ratusan pengendara meninggalkan kendaraannya dan berenang ke tempat aman.
Kerusakan di kawasan ini disebabkan oleh hujan deras yang tiba-tiba, dengan curah hujan lebih dari 142 mm di Dubai hanya dalam waktu 24 jam atau jumlah yang diperkirakan akan terjadi dalam setahun.
Pergeseran cuaca yang aneh ini memicu kekhawatiran mengenai penyemaian awan, sebuah proses yang digunakan sejak tahun 1940-an di mana pesawat yang dilengkapi dengan suar khusus melepaskan garam ke awan untuk mendorong curah hujan.
Meski para pejabat membantah peran penyemaian awan dalam banjir minggu ini, UEA telah menggunakan penyemaian awan untuk mendorong curah hujan sejak tahun 1990an.
Johan Jaques mengatakan bahwa curah hujan tinggi yang disebabkan oleh penyemaian awan dapat menyebabkan aliran berlebih yang berpotensi menimbulkan banjir bandang.
| Prakiraan Cuaca Tangsel, Tangerang dan Kota Tangerang Selasa 28 April 2026: Sebagian Hujan Ringan |
|
|---|
| SIM Keliling Kota Tangerang Selasa 28 April 2026, Ada di Dua Lokasi |
|
|---|
| SIM Keliling di Tangerang Selatan Selasa 28 April 2026, Ada 2 Lokasi |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Tangsel, Tangerang dan Kota Tangerang Senin 27 April 2026: Sebagian Berawan |
|
|---|
| SIM Keliling di Kota Tangerang Senin 27 April 2026, Ada Dua Lokasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Banjir-Bandang-Kota-Dubai.jpg)