Jumat, 10 April 2026

Aksi Kriminal

Kesal Dipanggil 'Dilan' HM Aniaya Teman hingga Meninggal di Tarakan

AG meninggal usai dianiaya di Jalan Gajah Mada Desa Karang Anyar Pantai, Tarakan Barat, Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) pada Selasa (7/5/2024

Editor: Joseph Wesly
Shutterstock
Ilustrasi penganiayaan. 

TRIBUN TANGERANG.COM, TARAKAN- Kesal dipanggi 'Dilan' seorang pemuda berinisial HM (20) nekat menganiaya temannya berinisial AG (18) hingga meninggal.

AG meninggal dunia usai dipukul dan ditendang korban.

AG dianiaya di Jalan Gajah Mada Desa Karang Anyar Pantai, Tarakan Barat, Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) pada Selasa (7/5/2024).

Awalnya AG diduga meninggal karena  kecelakaan sepeda. Padahal, AG dianiaya hingga meninggal.

Kapolres Tarakan, AKBP Ronaldo Maradona mengatakan, HM ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil gelar perkara dan alat bukti yang terkumpul.

"HM adalah pelaku utama pemukulan yang akhirnya menyebabkan korban meninggal dunia,’’ujarnya, Sabtu (18/5/2024). Kronologi kejadian Dari hasil penyidikan sementara, motif pelaku menganiaya korban karena tersinggung dipanggil "dilan".

Baca juga: Berkas Kasus Penganiayaan yang Melibatkan Anak Vincent Rompies Dilimpahkan ke Kejari Tangsel 

Panggilan tersebut dianggap olokan. Merasa tersinggung dengan ‘olokan’ tersebut, pelaku memukul wajah korban dan menendangnya sampai pingsan.

Korban lalu dibawa ke RS Pertamina oleh teman lainnya. Kemudian ada yang menyarankan untuk menyampaikan bahwa korban koma akibat kecelakaan sepeda.

Ronaldo menambahkan, saat terjadinya peristiwa, terdapat 8 pemuda di lokasi kejadian. Korban dianiaya oleh 7 temannya.

‘’Kita sudan memeriksa 10 orang saksi. Ada tetangga pemilik warung, tetangga yang sempat mencoba mengobati ketika korban tidak sadarkan diri, dan teman teman korban.

Penyidikan terus berjalan, dan saksi akan bertambah,’’ujarnya lagi.

Saat kejadian, ayah korban sedang bekerja tambak di Pulau Tibi, Kabupaten Bulungan. Ayah korban dihubungi sang istri bahwa AG mengalami kecelakaan sepeda dan dilarikan ke RS Pertamina.

Menerima kabar tersebut, ayah korban segera pulang untuk melihat kondisi anaknya. Ayah korban, tiba di Tarakan pukul 20.00 Wita, dan bergegas menuju RS Pertamina.

Ia hanya melihat anaknya terbaring koma diatas ranjang rumah sakit. Sampai satu jam kemudian, dokter menyatakan anaknya meninggal dunia.

Orangtua korban yang percaya anaknya meninggal karena kecelakaan, memakamkan anaknya pada Rabu (8/5/2024), tanpa rasa curiga. Mereka baru tahu kalau anaknya tewas akibat dianiaya pada Selasa (14/5/2024).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved