Aksi Kriminal
Kesal Dipanggil 'Dilan' HM Aniaya Teman hingga Meninggal di Tarakan
AG meninggal usai dianiaya di Jalan Gajah Mada Desa Karang Anyar Pantai, Tarakan Barat, Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) pada Selasa (7/5/2024
TRIBUN TANGERANG.COM, TARAKAN- Kesal dipanggi 'Dilan' seorang pemuda berinisial HM (20) nekat menganiaya temannya berinisial AG (18) hingga meninggal.
AG meninggal dunia usai dipukul dan ditendang korban.
AG dianiaya di Jalan Gajah Mada Desa Karang Anyar Pantai, Tarakan Barat, Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) pada Selasa (7/5/2024).
Awalnya AG diduga meninggal karena kecelakaan sepeda. Padahal, AG dianiaya hingga meninggal.
Kapolres Tarakan, AKBP Ronaldo Maradona mengatakan, HM ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil gelar perkara dan alat bukti yang terkumpul.
"HM adalah pelaku utama pemukulan yang akhirnya menyebabkan korban meninggal dunia,’’ujarnya, Sabtu (18/5/2024). Kronologi kejadian Dari hasil penyidikan sementara, motif pelaku menganiaya korban karena tersinggung dipanggil "dilan".
Baca juga: Berkas Kasus Penganiayaan yang Melibatkan Anak Vincent Rompies Dilimpahkan ke Kejari Tangsel
Panggilan tersebut dianggap olokan. Merasa tersinggung dengan ‘olokan’ tersebut, pelaku memukul wajah korban dan menendangnya sampai pingsan.
Korban lalu dibawa ke RS Pertamina oleh teman lainnya. Kemudian ada yang menyarankan untuk menyampaikan bahwa korban koma akibat kecelakaan sepeda.
Ronaldo menambahkan, saat terjadinya peristiwa, terdapat 8 pemuda di lokasi kejadian. Korban dianiaya oleh 7 temannya.
‘’Kita sudan memeriksa 10 orang saksi. Ada tetangga pemilik warung, tetangga yang sempat mencoba mengobati ketika korban tidak sadarkan diri, dan teman teman korban.
Penyidikan terus berjalan, dan saksi akan bertambah,’’ujarnya lagi.
Saat kejadian, ayah korban sedang bekerja tambak di Pulau Tibi, Kabupaten Bulungan. Ayah korban dihubungi sang istri bahwa AG mengalami kecelakaan sepeda dan dilarikan ke RS Pertamina.
Menerima kabar tersebut, ayah korban segera pulang untuk melihat kondisi anaknya. Ayah korban, tiba di Tarakan pukul 20.00 Wita, dan bergegas menuju RS Pertamina.
Ia hanya melihat anaknya terbaring koma diatas ranjang rumah sakit. Sampai satu jam kemudian, dokter menyatakan anaknya meninggal dunia.
Orangtua korban yang percaya anaknya meninggal karena kecelakaan, memakamkan anaknya pada Rabu (8/5/2024), tanpa rasa curiga. Mereka baru tahu kalau anaknya tewas akibat dianiaya pada Selasa (14/5/2024).
Orang tua korban yang merasa keberatan, datang ke kantor polisi untuk meminta penyelesaian kasus anaknya. Kemudian Polisi membongkar makam AG untuk mencari barang bukti kasus dugaan penganiayaan.
Polisi juga telah melakukan pra-rekonstruksi dengan 22 reka adegan. Pemukulan terhadap korban AG terjadi pada reka adegan ke 8, 9 dan 11.
Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini
Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News
Artikel ini telah tayang di Kompas.com
| Kabel Sensor di Stasiun Daru Tangerang Diduga Dicuri, Polresta Tangerang Lakukan Penyelidikan |
|
|---|
| Komplotan Pencuri Kabel Optik Diungkap Ditreskrimum Polda Banten, Tiga Pelaku Masih Buron |
|
|---|
| Komplotan Curanmor Spesialis Wilayah Tangerang Raya Dibekuk Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota |
|
|---|
| Dua Sekolah di Tangsel Jadi Sasaran Kawanan Maling, Gasak Mesin AC Saat Malam Hari |
|
|---|
| Modus Dukun Pengganda Uang Terbongkar, Polisi Sita Rp650 Juta Uang Palsu di Bogor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Penganiayaan2.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.