Sandiaga Uno Bakal Surati Kemenkominfo untuk Blokir Gim Daring yang Berdampak Negatif Bagi Anak-anak

Sandiaga mengaku akan berkoordinasi dan merekomendasikan ke Kemenkominfo untuk memblokir game online yang memiliki dampak negatif bagi anak-anak.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Joko Supriyanto
Wartakotalive.com-TribunTangerang/Gilbert Sem Sandro
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraft) RI, Sandiaga Salahudin Uno. 

TRIBUNTANGERANG.COM - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno melakukan audiensi dengan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Pertemuan Sandiaga dengan LPAI dan KPAI berlangsung di kafe Nur Corner, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2024).

Sandiaga menjelaskan, pertemuan itu membahas game online perang yang meresahkan para orangtua karena menimbulkan dampak negatif.

"Ada sebuah kekhawatiran kalau ini tidak ditangani dengan baik maka rencana Indonesia emas 2045 akan berubah menjadi Indonesia cemas," kata Sandiaga di lokasi, Selasa.

Sandiaga mengatakan, dampak negatif yang dirasakan akibat kecanduan game online peperangan adalah anak-anak di bawah umur akan berperilaku tindakan kekerasan.

Sandiaga mengaku akan berkoordinasi dan merekomendasikan ke Kemenkominfo untuk memblokir game online yang memiliki dampak negatif ke anak di bawah umur.

"Kami akan pastikan untuk tegas mengambil posisi bagaimana penting industri game ini dari segi penciptaan peluang usaha dan lapangan kerja," ujar Sandiaga.

Mantan Wakil Gubernur DKI itu mengaku bakal mendorong game lokal buatan anak bangsa yang menjunjung tinggi kearifan lokal.

Sehingg anak-anak Indonesia bisa mengenal adat istiadat maupun budaya dalam negeri.

Sebab, ia tidak mau masa depan anak-anak Indonesia terancam karena mengikuti dan kecanduan game online.

"Kami akan sampaikan rekomendasi diblokir ke Kemenkominfo sebagai pemilik wewenang terhadap industri game," tuturnya.

Respon Kemenkominfo, LPAI dan KPAI

Sandiaga mengaku senang dengan respon Kemenkominfo ketika mengetahui game online peperangan membawa dampak negatif.

Ia pun yakin, industri game online bisa menyesuaian permainan untuk anak dan orang dewasa.

"Dari segi waktunya, sosialnya, maupun ada fitur-fitur yang menampilkan kekerasan itu harus dilakukan perubahan," terangnya. 

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved