Jumat, 24 April 2026

Soleh Solihun Resah Soal Program Tapera: Niatnya Bagus Tapi Kalo Merugikan Tolong Dipikirkan Lagi

Soleh Solihun menyampaikan keresahannya soal pemotongan gaji pekerja untuk iuaran Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Editor: Joko Supriyanto
TribunTangerang.com/Arie Puji Waluyo
Soleh Solihun 

TRIBUNTANGERANG.COM - Soleh Solihun menyampaikan keresahannya soal pemotongan gaji pekerja untuk iuaran Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Program Tapera ini tengah menjadi sorotan publik, banyak dari masyarkat menolak rencana Pemerintah itu, termasuk salah satunya Soleh Solihun.

Melalui unggahan media sosial X pribadinya, Soleh Solihun meminta Presiden Joko Widodo untuk memikirkan ulang rencana program Tapera itu.

"Halo pak presiden dan para pejabat yang bikin PP no 21 tahun 2024 tentang Tapera tolong dong dipikirkan lagi dibatalin itu PP-nya kan udah banyak tuh ahli yang ngomong soal kenapa tapera tidak sebaiknya dijalankan," kata Soleh Solihun  dalam video yang diunggah di akun X @solehsolihun pada Rabu, (5/6/2024).

Diungkapkan pria berusia 45 tahun itu, sepengalamnya sebelum terjun di dunia entertaiment, cukup berat jika penghasilnya dengan gaji UMR harus dipotong meski hanya ratusan ribu.

"Kalo saya mah cuma mau ngomong ini, pak saya 7,5 tahun pernah merasakan penghasilan se-UMR, atau sedikit di atas UMR, itu beda 100, 200, atau 50 ribu perbulan kerasa," ujarnya.

"Ini tiba-tiba ditambah lagi ada tabungan tapi nabung tapi wajib udah gitu kantor harus bayar 0,5 persen, wah kalo kantornya tiba-tiba bilang banyak pengeluaran, harus di PHK karyawannya ah pusing pak," tambahnya.

Baca juga: Pemerintah Ngak Urus Soal Penolakan Pengusaha dan Pekerja atas Program Tapera, Emang Boleh?

Soleh Solihun mengaku jika program Tapera yang digadang-gadang membantu para pekerja untuk memiliki rumah ditengah kondisi ekonomi saat ini memiliki niat yang mulia.

Namun jika niat tersebut justru akan merugikan orang banyak, maka ia berharap besar untuk dapat pikirkan ulang.

"Tolong lah pak, saya tau niat bapak ini baik untuk memberi perumahan kepada masyarakat berpenghasilan rendah, gotong-royong, ya baik pak, itu niatnya mulia, gotong-royong, tapi gotong-royong juga biasanya juga panggung agustusan, bersihin selokan, itu gotong-royong," tegas Soleh Solihun.

"Tolong lah pak ya niat mulia ini kalo caranya lebih banyak merugikan banyak orang kayanya harus dipikirkan lagi deh," ujarnya.

Jokowi Terapkan Tapera Meski Banyak Penolakan

Presiden Joko Widodo bakal tetap melanjutkan program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) meski banyak suara-suara penolakan kebijakan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024 tentang Perubahan Atas PP Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) diterbitkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan ditetapkan pada 20 Mei 2024.

PP tersebut menyebut gaji pegawai negeri, BUMN, swasta, serta upah yang didapat pekerja mandiri, akan ditarik untuk menjadi simpanan peserta Tapera.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved