Minggu, 19 April 2026

Setelah PDN, Giliran Data BAIS TNI yang Diretas, Pengamat Khawatir Data Teknis dan Operasi Bocor

Unggahan mengatakan bahwa MoonzHaxor menjual data Bais TNI di situs atau forum jual beli data, BreachForums. 

Editor: Joseph Wesly
(X/@FalconFeeds)
Data INAFIS, BAIS TNI, dan Kemenhub Diduga Bocor di Dark Web(X/@FalconFeeds) 

TRIBUN TANGERANG.COM, JAKARTA- Setelah Pusat Data Nasional yang diretas beberapa waktu lalu, kini peretasan menyasar ke Badan Intelijen Strategis TNI.

Dugaan peretasan Bais TNI ungguh akun X (Twitter), @FalconFeedsio, Senin (24/6/2024).

Unggahan mengatakan bahwa MoonzHaxor menjual data Bais TNI di situs atau forum jual beli data, BreachForums

Unggahan FalconFeedsio tersebut disertai entitas dari peretas, yakni MoonzHaxor. “Badan Intelijen Strategis (Indonesia Military Strategic Intelligence Agency) LEAKED!” tulis unggahan tersebut yang disertai foto.

Unggahan itu juga menyebutkan bahwa data Bais TNI dibocorkan.

“MoonzHaxor, salah satu anggota terkemuka BreachForums telah mengunggah file dari Badan Intelijen Strategis. Kebocoran tersebut mencakup file sampel dengan data lengkap tersedia untuk dijual,” tulis cuitan @FalconFeedsio.

Bersamaan dengan itu, data Indonesia Automatic Finger Identification System (Inafis) Polri juga dibobol oleh entitas yang sama.

Dalam unggahan di Breach Forums, MoonzHaxor ingin menjual data Bais TNI berukuran 773 kilobyte (kB) dengan harga 1.000 dollar AS, sedangkan file berukuran 33,7 gigabyte (GB) dengan Harga 7.000 dollar AS.

Data memuat nama, satuan hingga aksi unjuk rasa.

Penelusuran Kompas.com melalui laman Breach Forums, Rabu (26/6/2024) petang, menunjukkan data yang diretas berupa nama-nama prajurit, pangkat, asal satuan, email, nomor telepon, nomor registrasi pokok (NRP), hingga data aksi-aksi unjuk rasa.

Contohnya, termuat nama Kolonel (Caj) Anang Zamiarto dengan tambahan atribusi seperti "Geospasika", "anangz", "anangz@kmail24.co.id", "samsung" hingga "SM-G610F".

Data itu selaras ketika dicocokkan dengan laman di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Anang Zamiarto berpangkat kolonel dan menjabat Asisten Umum Satuan Intelijen Geospasika Bais TNI.

Namun, sejumlah data kurang mutakhir atau update. Misalnya, dilansir dari Kompas.id, data Erikson Naek P Simanjuntak berbeda, karena ia tercatat berpangkat kolonel meskipun sudah brigadir jenderal.

Penelusuran Kompas.com berlanjut ke data selanjutnya berbentuk .zip yang diunggah MoonzHaxor di laman Breach Forums.

Salah satu file memuat data terkait perkembangan situasi menonjol pada 1 Desember 2020. Data itu tertulis dari "Satuan Tugas Majapahit" dan bersifat rahasia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved