Jumat, 1 Mei 2026

Daftar 5 Orang Kaya Indonesia yang Jadi Pendatang Baru 'Forbes The Real Time Billionaire'

Mereka adalah Agoes Projosasmito, Alexander Ramlie, Hermanto Tanoko, Manoj Punjabi, dan Bachtiar Karim.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Joseph Wesly
istimewa
Hermanto Tanoko. 

TRIBUN TANGERANG.COM, JAKARTA- Majalah Forbes baru saja merilis daftar-daftar orang kaya baru dalam The Real Time Billionaire pada Rabu (24/7/2024).

Dari daftar orang kaya di dunia itu, ada lima miliarder Indonesia jadi pendatang baru yang masuk dalam daftar.

Siapa saja ya?

Mereka adalah Agoes Projosasmito, Alexander Ramlie, Hermanto Tanoko, Manoj Punjabi, dan Bachtiar Karim.

Agoes Projosasmito berada pada urutan ke-347 dengan nilai kekayaan bersih 7,9 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 128,1 triliun (kurs Rp 16.222 per dollar AS).

Agoes Projosasmito adalah komisaris utama perusahaan pertambangan tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).

AMMN tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Juli 2023 dengan mengantongi dana IPO senilai 710 juta dollar AS atau setara dengan Rp 10,73 triliun.

IPO AMMN merupakan salah satu IPO terbesar di Indonesia pada 2023.

Sebagai bankir investasi veteran, Agoes Projosasmito juga memiliki saham di perusahaan minyak dan gas, Medco Energi Internasional dan penambang batu bara Bumi Resources.

Kemudian, ada Alexander Ramlie yang berada di posisi ke-883 dengan jumlah kekayaan bersih 3,7 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 60 triliun.

Alexander Ramlie adalah Direktur Utama Amman Mineral Internasional.

Ramile memulai karirnya sebagai bankir investasi di Lazard Frères & Co, sekarang Lazard, menjadi sebuah firma penasihat keuangan dan manajemen aset.

Lalu, Hermanto Tanoko yang berada di urutan ke 1.601 dengan nilai kekayaan bersih 2 miliar dollar AS atau Rp 32,4 triliun.

Hermanto Tanoko dan saudaranya Wijono mengendalikan perusahaan cat dalam negeri terbesar kedua, PT Avia Avian Tbk (AVIA).

Perusahaan ini didirikan pada tahun 1978 oleh ayah mereka Soetikno Tanoko. Kakak beradik itu menjadikan perusahaan tersebut go publik pada tahun 2021 dan Hermanto menjabat sebagai Komisaris Utama.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved