Mengidap Kanker Serviks, Melki Menangis Tak Mampu Bayar Pengobatan hingga Diusir dari Kontrakan
Anak saya 3 laki-laki, semuanya udah menikah, karena takut kali ya sama istrinya jadi enggak bisa ikut mengurus saya. Saya juga cerai sama suami saya
Penulis: Nurmahadi | Editor: Joseph Wesly
TribunTangerang/Nurmahadi
Melki (52) pengidap kanker dewasa di Yayasan RC Badak Kota Tangerang saat diwawancarai, Rabu (31/7/2024).
Laporan Reporter TribunTangerang.com, Nurmahadi
TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG- Melki (52), hanya bisa terbaring lemas di rumah singgah kanker, Yayasan Respon Cepat Badan Darurat Kemanusiaan (RC Badak), Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.
Wanita paruh baya itu didiagnosis mengidap kanker serviks 2A pada tiga tahun belakangan ini.
Air matanya berlinang, kala menceritakan bagaiamana dia melawan kanker yang tengah diderita.
Selama tiga tahun ini, dirinya harus menahan sakit yang luar biasa, di bagian panggulnya.
Dia terlihat hanya bisa menggerakkan tubuh bagian atas, lantaran kedua kakinya sudah lumpuh total.
Dalam rumah singgah kanker itu, tak terlihat satu pun anggota keluarganya yang mendampingi.
"Anak saya 3 laki-laki, semuanya udah menikah, karena takut kali ya sama istrinya jadi enggak bisa ikut mengurus saya. Saya juga cerai sama suami saya karena sakit kanker ini," kata Melki sambil berlinang air mata saat diwawancarai, Rabu (31/7/2024).
Melki bercerita, gejala kanker itu mulai dirasakan ketika perut bagian bawahnya tampak membesar disertai nyeri.
Dirinya yang saat itu masih serumah dengan anak bungsunya, dibantu untuk melakukan pemeriksaan.
Saat diperiksa ternyata dokter mendiagnosis Melki terkena kanker serviks dan harus segera dioperasi.
Hingga pada akhirnya, Melki menjalani operasi pertama pada awal tahun 2023 lalu.
"Setelah operasi saya harus kemoterapi beberapa kali, karena biayanya yang minim, akhirnya cuma 2 kali, karena waktu itu ngerasa badan udah enakan," ungkapnya.
Beberapa bulan pun berjalan setelah operasi tersebut. Melki juga telah mengontrak dan berdagang di Pasar Poris, Kecamatan Cipondoh, lantaran anak bungsunya telah menikah.
Akan tetapi, saat tengah berada di kontrakan itulah, Melki tiba-tiba mengalami pendarahan hebat.
Tak ada satupun yang mampu menolongnya, bahkan ketiga anaknya tersebut.
Tak sampai di situ, dia juga harus diusir dari kontrakannya karena menunggak selama tiga bulan.
"Setelah berdagang lagi, tiba-tiba pendarahan, itu masih saya diamkan karena saya bingung biaya dari mana, sedangkan kontrakan juga nunggak, akhirnya saya juga diusir dari kontrakan, karena nunggak tiga bulan," ujar Melki sambil menyingkap air mata yang mengalir di pipinya.
Setelah mengalami penderitaan yang panjang, Melki akhirnya dibantu para relawan dari Yayasan RC Badak.
Dia pun dibawa ke rumah singgah kanker, untuk mendapatkan bantuan biaya pengobatan, hingga pendampingan.
"Alhamdulillah sekarang saya udah enggak perlu mikirin biaya kemoterapi, saya dikasih tempat istirahat di sini," tutur Melki.
"Hal yang membuat saya masih terus bertahan melawan penyakit kanker ini, adalah para relawan yang terus memberikan semangat buat saya," sambungnya. (m41)
Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini
Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News
Baca Juga
| Respons Menteri, Kapolda, dan Gubernur Soal Kasus Bocah SD Bunuh Diri Lantaran Tak Mampu Beli Buku |
|
|---|
| Pejuang Kanker Ovarium Shella Selpi Lizah Meninggal Dunia, Baru Menikah 2 Minggu |
|
|---|
| Yayasan RC Badak, Rumah Singgah Penderita Kanker Pertama di Banten Butuh Perhatian Pemerintah |
|
|---|
| Universitas Indonesia Skorsing Melki Sedek 1 Semester Akibat Terbukti Lakukan Kekerasan Seksual |
|
|---|
| Ketua BEM UI Melki Sedek Huang Diduga Lakukan Pelecehan, Kini Dinonaktifkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Melki.jpg)