Kunjungan Paus Fransiskus
Besok Berkunjung ke Indonesia, Ini Profil Paus Fransiskus
Selama tiga hari berada di Jakarta, Paus Fransiskus akan melakukan seabreg kegiatan.
TRIBUN TANGERANG.COM, JAKARTA- Pemimpin tertinggi umat Katolik Paus Fransiskus bakal berkunjung ke Indonesia.
Selama tiga hari berada di Jakarta, Paus Fransiskus akan melakukan seabreg kegiatan.
Mulai dari bertemu presiden Jokowi hingga melakukan misa suci di SUGBK.
Paus Fransiskus adalah paus ke-266 yang terpilih pada 2013 lalu setelah Paus Benediktus XVI pensiun. Sosok pemimpin ini disebut mengantarkan era baru dalam sejarah Gereja Katolik.
Mengutip BBC, ia adalah paus pertama dari benua Amerika, tepatnya kali pertama paus dari Amerika Latin sepanjang era modern. Selain itu, Paus Fransiskus adalah paus pertama dari ordo Jesuit.
Ia juga memperkenalkan gagasan reformasi ke dalam gereja yang menjawab tantangan zaman, salah satunya terkait krisis iklim dan persoalan lingkungan hidup.
Sosoknya disorot publik global, ketika ia meminta maaf secara terbuka pada para penyintas pelecehan seksual yang dilakukan oleh pendeta.
Paus Fransiskus juga dikenal getol mengkritisi masalah perbedaan kelas sosial antara yang kaya dan miskin.
Baca juga: Wajib Punya Gelang Tiket Jadi Syarat Ikuti Misa Suci Bersama Paus Fransiskus di SUGBK
Di luar itu, secara personal, reputasinya dikenal luas sebagai sosok yang rendah hati dan bergaya hidup sederhana.
Lantas, seperti apa profil Paus Fransiskus ini ?
Profil Paus Fransiskus
Paus Fransiskus memiliki nama asli Jorge Mario Bergoglio. Sosok yang berkebangsaan Argentina ini lahir di Buenos Aires, pada 17 Desember 1936.
Dilansir Kompas.com, sebelum menjadi paus, ia adalah Uskup Agung Buenos Aires untuk periode 1998 sampai 2012.
Bergoglio anak pertama dari lima bersaudara. Dari latar belakang akademisnya, ia adalah pemegang gelar master di bidang kimia dari Universitas Buenos Aires.
Alih-alih meneruskan keahliannya itu, ia memilih bergabung ke seminari di Villa Devoto dan masuk ke Serikat Jesus pada 1958.
Ia juga memegang gelar di bidang filsafat dari Colegio Maximo San Jose di San Miguel, Bergoglio.
Baca juga: Polri Terjunkan Penembak Jitu Saat Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia
Ia sempat mengajar studi literatur dan psikologi di Colegio de la Inmaculada di Santa Fe, Buenos Aires.
Sesudah itu, dia belajar filsafat dan teologi di Faculty of San Miguel. Dia kemudian mengajar di seminari ini sampai mendapat gelar profesor.
Ia menjadi pelayanan gereja dimulai pada 1973. Pada 1980, dia menjadi rektor seminari San Miguel hingga 1986. Gelar doktoralnya diraih di Jerman.
Bergoglio dipromosikan menjadi kardinal pada 2001. Ketika menjadi kardinal, ia dikenal sebagai sosok yang rendah hati, konservatif, dan memiliki komitmen kuat terhadap keadilan sosial.
Gaya hidupnya juga sederhana. Ia memilih tinggal di apartemen kecil, bukan menempati kediaman resmi uskup yang biasanya sudah disediakan Gereja Katolik.
Bergoglio diketahui juga menolak menggunakan sopir dan fasilitas mobil Limousine. Ia bahkan dikabarkan memasak sendiri makanannya.
Ketika Paus Paulus II mangkat, Bergoglio masuk menjadi kandidat paus baru. Dia sudah menjadi kardinal pemilih dalam konklaf 2005, yang akhirnya memilih Paus Benediktus XVI.
Baca juga: Penampakan Pindad Maung Kustom yang akan Digunakan Paus Fransiskus Menyapa Umat Katolik Tanah Air
Paus Fransiskus terpilih dalam pemungutan suara hari kedua konklaf, Rabu (13/3/2013) sekitar pukul 19.00 waktu setempat. Ia memilih nama Fransiskus sesaat terpilih sebagai Paus.
Pakar mengenai Vatikan John Allen berpendapat, nama Fransiskus ini merujuk kepada salah satu tokoh yang paling dihormati di Gereja Katolik, Santo Fransiskus dari Asisi.
Menurut Allen, pilihan nama ini di luar perkiraan. Dalam Gereja Katolik, tambah dia, ada beberapa sosok yang menjadi acuan utama, salah satunya St Fransiskus.
Nama Fransiskus, lanjut Allen, juga menjadi simbol untuk kemiskinan, kerendahhatian, kesederhanaan, dan pembangunan kembali Gereja Katolik.
"Paus Fransiskus mengirimkan sinyal bahwa ini (penunjukkannya sebagai paus) tidak akan 'menjadi sesuatu yang biasa saja'," kata Allen.
Alasan Mengunjungi Indonesia
Juru Bicara Panitia Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia, Romo Thomas Ulun Ismoyo mengungkapkan, keputusan Paus Fransiskus untuk mengunjungi Indonesia didasari oleh hubungan bilateral yang kuat dengan Vatikan.
Selain itu, Indonesia juga memiliki peran signifikan dalam memajukan keberagaman dan toleransi.
Baca juga: Cara Mendaftar Misa Akbar yang Dihadiri Paus Fransiskus di SUGBK
"Paus itu datang karena yang namanya undangan dan bersyukur dari banyaknya undangan yang ia terima, ia mengiyakan Indonesia. Kami bersyukur untuk dukungan negara, yang kemudian sampai terwujudlah kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia," ujar Romo Thomas.
Romo Thomas menambahkan, Vatikan adalah salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada 1947. Ini menunjukkan pentingnya hubungan kedua negara.
Selain itu, Indonesia juga dipandang oleh Vatikan sebagai miniatur keberagaman yang patut menjadi contoh bagi dunia.
"Indonesia memegang peranan penting sebagai miniatur keberagaman dan toleransi, yang mudah-mudahan bisa disebarkan ke berbagai hal," kata dia. Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com
Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini
Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News
| Lektor Tunanetra Gunakan Alkitab Braille saat Misa Agung Paus Fransiskus di SUGBK |
|
|---|
| Wajahnya Dianggap Mirip Yesus, Pastor Asal India di SUGBK Jadi Pusat Perhatian |
|
|---|
| Tampil di Hadapan Paus Fransiskus di Misa Kudus, Lyodra Ginting Merasa Deg-degan |
|
|---|
| Regi Tetap Antusias Ikut Misa di SUGBK meski Momen Kedua Bertemu Paus |
|
|---|
| Momen Hangat Nasaruddin Umar dan Paus Fransiskus Saling Cium Tangan dan Kening |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Paus-Fransiskus2.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.