Selasa, 28 April 2026

Demo di Jakarta Hari Ini, Ada 3 Unjuk Rasa Mahasiswa Pukul 13.00 WIB

Aksi unjuk rasa di Jakarta Pusat hari ini, Senin 27 April 2026 berlangsung di tiga lokasi berbeda salah satunya depan Gedung Komnas HAM.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Joko Supriyanto
(Wartakotalive.com/Yulianto)
DEMO JAKARTA- Puluhan mahasiswa dari beberapa kampus menggelar demo untuk menyoroti satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Jalan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2025). Mahasiswa dan elemen masyarakat akan menggelar demo hari ini Kamis 23 Oktober 2025 di Monas dan DPR RI. (Wartakotalive.com/Yulianto) 

TRIBUNTANGERANG.COM - Aksi unjuk rasa di Jakarta Pusat hari ini, Senin 27 April 2026 berlangsung di tiga lokasi berbeda salah satunya depan Gedung Komnas HAM.

Bagi masyarakat maupun pengendara yang melintas di titik demo hari ini agar berhati-hati atau dapat mencari rute alternatif lain agar terhindar macet.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri mengatakan demo hari ini diikuti oleh beberapa kelompok massa untuk menyuarakan aspirasinya.

Aksi demo pertama dilakukan oleh beberapa massa dari kalangan Mahasiswa dan element massa lainnya yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 08.00 WIB.

"Aksi Unjuk Rasa dari Aliansi Mahasiswa Puncak dan Puncak Jaya Se-Jawa Bali (Tim Investigasi HAM, IPMAP Se-Jawa Bali, HPMP, KMPP Nabire, Ko’Membaca, KMPP Se-Jayapura, FP3, IPM, IPMP, IPMAPUJA Se-Jawa Bali)," kata Iptu Erlyn Sumantri dalam keterangannya.

Sedangkan aksi unjuk rasa kedua masih sama dilakukan oleh para  Aliansi Mahasiswa Puncak dan Puncak Jaya Se-Jawa Bali, namun kali ini dijadwalkan pada pukul 13.00 WIB berlokasi di Komnas HAM, Menteng.

Untuk titik demo ketiga di Jakarta Pusat dilakukan oleh Aliansi BEM Se-Bogor Raya yang dijadwalkan pada pukul 13.00 WIB yang berlokasi di Badan Gizi Nasional (BGN) Kebon Sirih.

Sebanyak 735 personel disiagakan guna memastikan jalannya aksi tetap kondusif serta menghindari potensi gesekan di lapangan.

Selain pengamanan, kepolisian juga akan menerapkan rekayasa lalu lintas secara fleksibel atau situasional.

Skema ini akan disesuaikan dengan dinamika jumlah massa dan kondisi di lapangan, sehingga perubahan arus kendaraan bisa terjadi sewaktu-waktu.

Erlyn turut mengingatkan masyarakat agar mempertimbangkan rute perjalanan sebelum melintas di kawasan tersebut. 

Ia menekankan pentingnya kewaspadaan pengguna jalan terhadap potensi kepadatan kendaraan yang bisa meningkat selama aksi berlangsung.

"Warga bisa mencari jalan alternatif lain selama unjuk rasa berlangsung," tutur Erlyn.

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved