Rabu, 8 April 2026

Selain Dimintai Uang, Peserta PPDS Undip Juga Mengalami Pelecehan Seksual

Setelah sebelumnya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap bahwa para dokter senior meminta uang hingga puluhan juta per bulan.

Editor: Joseph Wesly
(KOMPAS.com / IRFAN KAMIL)
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin saat ditemui di Istana Wakil Presiden RI, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (15/8/2024) 

TRIBUN TANGERANG.COM, DENPASAR- Kementerian Kesehatan kembali mengungkap fakta-fakta baru soal perundungan yang terjadi di Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) atau dokter residen. 

Setelah sebelumnya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap bahwa para dokter senior meminta uang hingga puluhan juta per bulan.

Kini ada fakta baru yang terungkap. Berdasarkan catatan para korban, mereka mengalami berbagai bentuk perundungan mulai dari jadi korban pemerasan, para korban juga mengalami pelecehan seksual.

"Perundungan ini sudah keterlaluan dan itu benar-benar dirundung secara fisik dan mental, kemudian ada seksual harassment juga, diminta uang juga iya," kata dia kepada wartawan di Rumah Sakit Ngoerah Denpasar, Bali, pada Senin (2/9/2024). 

Budi menegaskan, kebiasaan buruk di lingkungan pendidikan kedokteran ini tidak dapat dibenarkan dan harus dihilangkan, meskipun dengan alasan untuk membentuk karakter mental para dokter.

Baca juga: Terungkap, dr Risma Wajib Setor Rp20-40 Juta Per Bulan untuk Dokter Senior di RSUP Kariadi Semarang

Menurutnya, pendidikan profesi seperti polisi, TNI, dan pilot juga melatih ketangguhan mental tetapi tidak dengan cara praktik perundungan. 

"TNI-Polri juga kurang tangguh apa ya? Pilot juga fisik harus tangguh, dan mereka bisa dilatih tanpa perundungan. Jadi tidak benar bahwa perundungan itu dipakai sebagai alasan untuk menciptakan tenaga-tenaga yang tangguh," kata dia.

Budi mengatakan, praktik perundungan di PPDS sudah terjadi puluhan tahun. Tradisi buruk ini terus mengakar karena tidak adanya komitmen dari pemangku kepentingan untuk menangani kasus tersebut secara tuntas.

"Menurut saya ini sudah keterlaluan lah dan sudah saatnya praktik-praktik seperti ini tidak ada lagi di dunia pendidikan apalagi di spesial," kata dia.

Dilansir dari Kompas.com, seorang mahasiswi PPDS Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah (Jateng), ditemukan tewas di kamar kosnya, Senin (12/8/2024) malam.

Baca juga: Isi Curhatan dr Aulia Risma Lestari, Dokter Muda Spesialis PPDS yang Diduga Bunuh Diri di Kamar Kos

Polisi menyebutkan, korban tewas usai menyuntikkan diduga obat penenang ke tubuhnya sendiri. 

Warga asli Kota Tegal itu ditemukan meninggal pada Senin (12/8/2024) sekitar pukul 22.00 WIB di kamar kos yang berlokasi di Lempongsari, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Akibat kasus ini, Kementerian Kesehatan langsung menutup sementara kegiatan pendidikan PPDS Anestesi. Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved