Berita Jakarta

El Medina Syeikh Ali Jaber Prihatin Soal Dugaan Larangan Pakai Hijab di RS Medistra

Yayasan El Medina Syeikh Ali Jaber Rahimahullah memberikan respon perihal dugaan pembatasan pemakaian hijab kepada pegawai di Rumah Sakit Medistra.

Editor: Joko Supriyanto
istimewa
Dr. dr. Diani Kartini, SpB, Subsp.Onk(K) melayangkan protes keras kepada Rumah Sakit Medistra atas tindakanya tersebut. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA – Yayasan El Medina Syeikh Ali Jaber Rahimahullah memberikan respon perihal dugaan pembatasan pemakaian hijab kepada pegawai di Rumah Sakit Medistra.

Pihak El Medina SAJR juga menyampaikan keprihatinan dimana terjadi tindakan diskriminatif sehingga menyebabkan pegawai RS Medistra harus keluar dari pekerjaan demi menjaga iman islamnya.  

El Medina SAJR menuntut pihak rumah sakit agar dapat menjaga kebebasan beragama setiap warga negara sebagaimana dilindungi oleh undang-undang dan konstitusi Indonesia.  

"Kami meminta semua pihak institusi di Indonesia, terutama dalam hal ini RS Medistra menjaga kebebasan beragama setiap warga negara sebagaimana dilindungi oleh undang-undang dan konstitusi Indonesia. Kami juga menyampaikan keprihatinan atas tindakan diskriminatif terhadap pegawai muslimah di lingkungan RS Medistra sehingga akhirnya berujung pada keluarnya dokter tersebut dari lingkungan RS Medistra," ujar Deva Rachman, Founder dan Ketua Dewan Pembina El Medina SAJR. 

Baca juga: Ramai Soal Dugaan Larangan Pakai Hijab Bagi Pegawai, RS Medistra Minta Maaf

Di jaman modern ini, saatnya emansipasi wanita bagi muslimah ditingkatkan, kami amat prihatin bahwa masih ada yang mempermasalahkan jilbab atau hijab di lingkungan kerja terlebih di Indonesia yang memiliki mayoritas penduduk beragama Islam.  

Hijab bukan halangan bagi muslimah untuk berkarya dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat , keluarga dan individu muslimah sendiri. Harusnya pihak RS Medistra bangga terhadap muslimah yang menjadi dokter spesialis dan bekerja di RS Medistra, bukan malah didiskriminasi, tambahnya.  

Indonesia harus menjadi tempat bagi seluruh muslimah untuk dapat berkiprah, bekerja dan berkontribusi bagi masyarakat dengan perasaan nyaman, aman dan tenteram. Hal ini harusnya tidak terjadi lagi, tutup Deva. 

Yayasan El Medina Syeikh Ali Jaber Rahimahullah (SAJR) adalah yayasan yang didirikan untuk melanjutkan perjuangan Almarhum Syeikh Ali Jaber yang wafat pada awal 2021. Yayasan ini didirikan oleh salah satu istri beliau, Deva Rachman dan berfokus pada dakwah Al Quran dan peningkatan kapasitas muslimah di Indonesia.  

 

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved