Kamis, 23 April 2026

Berita Duka

Profil dan Perjalanan Karier Ekonom Faisal Basri yang Tutup Usia di Umur 65 Tahun

Faisal Basri meninggal di usianya ke 65 tahun pada pukul 03.50 WIB Kamis (5/9/2024) pagi di Rumah Sakit Mayapada, Kuningan, Jakarta.

Editor: Joko Supriyanto

TRIBUNTANGERANG.COM - Politikus sekaligus ekonom Faisal Basri dikabarkan tutup usia di Rumah Sakit Mayapada, Kuningan, Jakarta pada Kamis (5/9/2024)

Jenazah Faisal Basri akan disemayamkan di rumah duka di Kompleks Gudang Peluru Blok A 60, Jakarta Selatan.

Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto membenarkan kabar duka tersebut.

Faisal Basri disebut meninggal dunia karena sakit setelah sebelumnya dibawa ke rumah sakit pada pada Senin (2/9/2024).

"Benar (Faisal Basri meninggal). Infonya sakit sejak Senin," kata Eko Listiyanto dikutip Kompas.com, Kamis.

Sementara itu, Staf khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo turut membenarkan Faisal Basri meninggal di usianya ke 65 tahun pada pukul 03.50 WIB Kamis (5/9/2024) pagi.

"Iya, kami sudah menerima infonya juga,” ujar Yustinus saat dihubungi Kompas.com.

Profil Faisal Basri

Dilansir dari Kompaspedia, Selasa (2/4/2024), Faisal Basri lahir di Bandung, Jawa Barat pada 6 November 1959 dari pasangan Hasan Basri Batubara dan Saidah Nasution.

Faisal Basri juga dikenal sebagai salah satu keponakan mantan Wakil Presiden Adam Malik. Semasa hidupnya, Faisal Basri pernah bersekolah di SMA Negeri 3 Jakarta dan Program Studi S-1 Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI).

Selama menjadi mahasiswa, Faisal aktif di berbagai kegiatan kampus, salah satunya ketika terlibat dalam gejolak melawan Normalisasi Kegiatan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan (NKK/BKK) era Orde Baru.

Setelah menamatkan S-1, Faisal Basri melanjutkan studinya ke Vanderbilt University, Nashville, Tennessee, Amerika Serikat. Ia lulus dari universitas ini pada 1988 dengan gelar magister of arts (MA). 

Perjalanan karier Faisal Basri

Faisal Basri pernah bekerja sebagai peneliti dengan pangkat Junior Research Assistant di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 1981.

Perjalanan karier Faisal Basri berlanjut sebagai Wakil Direktur LPEM pada 1991 dan Direktur LPEM pada 1993. Di samping menjadi peneliti, putra berdarah Batak Mandailing ini juga aktif sebagai dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI.

Ia biasa mengajar Ekonomi Politik, Ekonomi Internasional, Ekonomi Pembangunan, dan Sejarah Pemikiran Ekonomi. F

aisal Basri juga mengajar di Program Magister Akuntansi, Program Magister Manajemen (MM), Program Magister Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (PNPM), dan Program Pascasarjana UI pada 1988-2024. 

Di Fakultas Ekonomi UI, Faisal sempat menduduki beberapa posisi penting, seperti Kepala Departemen Ekonomi dan Studi Pembangunan UI periode 1995–1998.

Ia juga ditunjuk sebagai Sekretaris Program pada Pusat Antar Universitas bidang Ekonomi Universitas Indonesia periode 1991–1998 dan Koordinator Bidang Ekonomi pada PAU Ekonomi UI periode 1989–1990 dan 1991–1993.

Di luar aktivitasnya sebagai pengajar, Faisal Basri menjadi salah satu pendiri Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) pada 1995-2000.

Faisal Basri menjadi salah satu pendiri Majelis Amanah Rakyat (MARA) yang menjadi cikal bakal Partai Amanat Nasional (PAN) saat awal reformasi. Dari situlah, ia ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal PAN pertama pada 1998-2000.

Faisal Basri memutuskan mundur dari PAN pada Januari 2001, namun tetap aktif di politik dengan mendirikan organisasi Pergerakan Indonesia.

Ia juga pernah menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional sejak Kongres I pada 2004-2010.

Pada Pemilihan kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2012, Faisal Basri maju sebagai calon gubernur melalui jalur independen. Tetapi, ia kalah dengan pasangan calon lainnya yaitu Joko Widodo, Fauzi Bowo, dan Hidayat Nur Wahid.

Kepakaran di bidang ekonomi pernah mengantarkan Faisal Basri sebagai Pakar Ekonomi pada P3I DPR RI pada 1994–1995. Ia juga dipercaya sebagai Tenaga Ahli pada proyek di lingkungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral, Ditjen Pertambangan Umum, Departemen Pertambangan dan Energi pada 1995-1999.

 Semasa pemerintahan Presiden Joko Widodo, Faisal Basri pernah ditunjuk sebagai tim ahli Satuan Tugas Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Itulah profil Faisal Basri, ekonom sekaligus Sekjen PAN pertama yang meninggal di usia 65 tahun.

(Kompas.com/Yefta)

 

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved