Sabtu, 25 April 2026

Naim Qassem Jadi Pemimpin Baru Hizbullah, Ini Profilnya

Naim Qassem ditunjuk untuk menggantikan Hassan Nasrallah terbunuh di Beirut, Lebanon pada 27 September 2024.

Editor: Joseph Wesly
Istimewa
Hizbullah menunjuk pemimpin baru bernama Naim Qassem. 

Dia ditunjuk mendiang pemimpin Hizbullah Abbas al-Musawi yang meninggal akibat serangan helikopter Israel pada 1992.

Qassem adalah pejabat paling senior yang terus tampil di depan publik setelah Nasrallah dan sebagian besar pejabat Hizbullah lain bersembunyi menyusul perang dengan Israel pada 2006.

Nasrallah memimpin Hizbullah, Qassem tetap menjadi wakil sekaligus salah satu juru bicara kelompok itu.

Dia kerap diwawancara media asing. Dia juga pimpinan tinggi Hizbullah pertama yang menyampaikan pernyataan di televisi setelah Nasrallah terbunuh.

Setelah Qassem menjadi sekretaris jenderal, Hizbullah menyebut dia terpilih menduduki jabatan tersebut karena “patuh terhadap prinsip dan tujuan Hizbullah”.

 "(Memohon) kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar memberinya petunjuk dalam misi mulia ini, memimpin Hizbullah dan perlawanan Islamnya," ujar kelompok itu dalam pernyataan resminya, dilansir dari Al Jazeera, Selasa.

Baca juga: Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah Terbunuh dalam Serangan Udara Israel di Beirut

Bila dibandingkan dengan pendahulunya Hasan Nasrallah, Naim Qassem memiliki karakter pribadi yang berbeda.

Qassem berbicara dalam bahasa Arab yang lebih formal. Sementara Nasrallah lebih menyukai berbicara dengan bahasa sehari-hari Lebanon.

Diberitakan France 24, Selasa, Qassem diketahui memakai sorban putih tidak seperti mendiang pejabat Hizbullah lain, Nasrallah dan Safieddine. Kedua saudara sepupu itu memakai sorban hitam yang menunjukkan status mereka sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW.

Namun, meski Qassem kini menggantikan Nasrallah, banyak orang Lebanon disebut menganggap dia tidak memiliki karisma dan kewibawaan seperti pendahulunya.

Sementara itu, pemerintah Israel mengancam masa jabatan Naim Qassem di Hizbullah akan bersifat "sementara" atau bahkan terpendek dalam sejarah organisasi itu.

"Penunjukan sementara. Tidak lama," tulis Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant lewat akun media sosial X atau Twitter resminya. Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved