Lagu APT Bikin Balita Kecanduan, Rose BLACKPINK Minta Maaf
Tidak cuma disukai orang dewasa, lagu yang dilarang diputar di Malaysia dan Korea Selatan ini ternyata juga disukai anak-anak.
Pemerintah khawatir karena lagu ini akan terus terngiang di pikiran dan mengganggu konsentrasi mereka menjelang ujian seleksi masuk perguruan tinggi.
Seorang siswa bernama Na Mo mengaku berusaha untuk tidak mendengarkan lagu tersebut agar bisa fokus menghadapi ujian. Na Mo mengaku khawatir melodi yang adiktif dari lagu tersebut akan terngiang di benaknya selama ujian, yang menyebabkan gangguan pembelajaran.
“Sya takut lagu itu muncul di kepala saya selama ujian. Orang dewasa mungkin menertawakan kekhawatiran seperti itu, tetapi ketika Anda menghadapi ujian yang begitu penting, itu menjadi sumber kecemasan yang nyata,” ucap dia.
Lagu yang menggunakan kata “Apateu” yang berulang-ulang, lagu tersebut telah memikat pendengar di seluruh dunia. Akan tetapi, lagu tersebut bisa menjadi sumber kecemasan bagi para siswa yang sedang mempersiapkan diri untuk ujian.
' Lagu terlarang' merujuk pada lagu-lagu yang dianggap terlalu menarik, sehingga membuat pendengarnya kecanduan akan lagu tersebut.
Lagu ini umumnya adalah lagu dengan lirik dan melodi yang sangat adiktif dan dapat dengan mudah melekat di pikiran pendengarnya, serta menyebabkan mengganggu konsentrasi.
Di Korea, lagu yang mendapatkan gelar ini merupakan bukti nyata atas kesuksesan lagu tersebut menarik perhatian pendengar. Bahkan mungkin ini adalah satu-satunya larangan yang ingin didapatkan oleh setiap artis Korea.
Terdapat sejumlah lagu populer yang termasuk dalam daftar tidak resmi lagu-lagu yang dilarang diputar di Korea. Salah satunya adalah "Ring Ding Dong" milik SHINee, dengan chorus yang terus-menerus diulang.
Selain itu, ada juga lagu “Next Level” milik aespa, "Dumb Dumb" dan “Zimzalabim” milik Red Velvet, dan "UR Man" milik SS501. Bahkan, lagu anak-anak seperti "Baby Shark," beserta jingle iklan yang menarik juga dilarang diputar pelajar Korea saat akan mempersiapkan ujian.
Fenomena ketika melodi sebuah lagu terus berulang dalam pikiran seseorang, dikenal sebagai earworm. Bagi masyarakat umum, earworm dapat membantu merilekskan pikiran yang tegang. Tetapi bagi siswa, hal ini sering kali mengganggu.
“Psikologi kita lebih rapuh daripada yang kita sadari, dan suara yang sederhana dan berulang-ulang dapat dengan mudah memicu bias emosional. Kaum muda, terutama mereka yang kurang berpengalaman, lebih rentan mengalami earworm,” kata profesor psikologi Universitas Dankook, Lim Myung-ho, dalam sebuah wawancara dengan Yonhap News.
Dalam video musik tersebut Rose BLACKPINK dan Bruno Mars terlihat memainkan permainan minum Korea yang disebut Apateu, yang dimulai dengan nyanyian "apateu apateu, apateu apateu".
Apateu adalah bentuk singkat dari kata apartemen dalam bahasa Korea. Lagu APT memadukan nuansa punk rock dengan pengaruh R&B era 1990-an.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com
Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini
Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Rose-BLACKPINK-dan-Bruno-Mars.jpg)