Jumat, 1 Mei 2026

3 Fakta Human Metapneumovirus yang Kini Merebak di China

HMPV hampir tidak menyebabkan kematian. Virus ini sudah ada sejak lama, jadi tidak perlu khawatir," kata Budi saat melakukan kunjungan kerja

Tayang:
Editor: Joseph Wesly
shutterstock
Ilustrasi HMPV. 

TRIBUN TANGERANG.COM, JAKARTA- Merebaknya Virus Human Metapneumovirus (HMPV) di China membuat publik khawatir.

Pubrik khwatir HMPV berubah menjadi pandemi mirip Covid-19 yang juga berasal dari China.

Namun di tengah maraknya kasus penyebaran HMPV, ada tiga fakta soal penyakit ini.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat untuk tidak khawatir dengan HMPV.

"HMPV hampir tidak menyebabkan kematian. Virus ini sudah ada sejak lama, jadi tidak perlu khawatir," kata Budi saat melakukan kunjungan kerja di Palembang, Rabu (8/1/2025).

Berikut 3 fakta HMPV.

1.HMPV bukan virus baru.

HMPV bukanlah virus baru layaknya Covid-19. HMPV adalah virus lama sehingga tubuh sudah bisa mengenali virus ini.

2. Tidak ada kenaikan penyebaran virus HMPV di China.

Meski sedang merebak di China dan sempat membuat heboh. 

Faktanya tidak ada kenaikan orang yang terkena virus ini.

Artinya virus ini mudah ditangani dan kecil risikonya menyebabkan kematian.

3. Virus HMPV tidak mematikan.

HMPV bukan virus baru sehingga tubuh manusia sudah menyesuaikan.

Selain itu virus belum pernah menyebabkan kematian.

Menurut Budi, virus tersebut sudah lama ada dan tidak menyebabkan kematian bagi orang yang tertular.

"HMPV hampir tidak menyebabkan kematian. Virus ini sudah ada sejak lama, jadi tidak perlu khawatir," kata Budi saat melakukan kunjungan kerja di Palembang, Rabu (8/1/2025).

Budi menjelaskan, HMPV berbeda dengan Covid-19 yang sempat menyebabkan banyak kematian.

Di satu sisi, karena HMPV sudah lama ditemukan, maka sistem imun manusia sudah mampu mengenalinya.

Hal ini berbeda dengan Covid-19 yang merupakan virus baru saat pertama kali ditemukan.

"Tidak perlu khawatir karena imunitas terhadap virus ini sudah terbentuk, berbeda dengan Covid-19 yang benar-benar baru,” jelasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data yang diterima, Budi menegaskan bahwa virus HMPV belum pernah menyebabkan kematian.

"Saya telah memeriksa data terbaru, dan semuanya menunjukkan bahwa pasien 100 persen pulang dengan selamat," ungkapnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved