Berita Viral
Viral Oknum Ormas Geruduk Kantor Pemasaran di Tangsel: Gue Bukan Minta Apa-apa Tapi Minta Kerjaan
Beredar sebuah video di media sosial sekelompok ormas mendatangi sebuah kantor pemasaran Apartemen di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan.
TRIBUNTANGERANG.COM - Beredar sebuah video di media sosial sekelompok ormas mendatangi sebuah kantor pemasaran Apartemen di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan.
Video tersebut pun kini viral di media sosial hingga memancing reaksi publik.
Pasalnya kedatangan sekelompok ormas itu menyampaikan jika kedatanganya bukan untuk meminta uang, melainkan hanya meminta pekerjaan.
Video ormas minta pekerjaan juga diunggah salah satu akun media sosial @Heraloebss, memperlihatkan seorang pria mengenakan pakaian serba hitam tengah berteriak-teriak.
Pria yang memakai jaket hitam bertuliskan BPPKB Banten dan topi putih itu nampak berada di sebuah kantor pemasaran sebuah Apartemen.
"Gua minta kerja, gua bukan minta apa-apa ini. Bukan malak, gua minta kerjaan. Ini kampungan gua, buset gede banget (apartemennya)," teriak pria itu.
Ternyata pria tersebut tak seorang diri, ada beberapa kelompok orang yang juga memakai seragam yang sama, mereka pun nampak duduk di depan area kantor.
Selain menuntut kerjaan, pria itu juga bertanya mencari keberadaan ketua rt setempat.
"Mana RT-nya, hey!" teriaknya.
Diakhir video itu, sang perekam juga menyebutkan lokasi tempat yang ia datangi.
"Apartemen Icon Bintaro," ucap perekam.
Hingga saat ini belum diketahui secara pasti kronologi terkait video viral ormas minta pekerjaan tersebut. Bahkan pihak pengembang belum memberikan klarifikasi terkait dengan aksi protes itu.
Anggota Ormas Baku Hantam
Anggota Pemuda Pancasila (PP) dan Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) baku hantam di perempatan Karangjati, Blora, Jawa Tengah, Selasa (14/1/2025).
Peristiwa itu dibenarkan oleh Polres Blora.
Akibat peristiwa itu, satu anggota PP masuk rumah sakit setelah kepalanya dihantam batu.
Beruntung nyawanya masih bisa diselamatkan.
Korban kini sedang dirawat di rumah sakit.
Kasi Humas Polres Blora, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Gembong Widodo mengonfirmasi adanya bentrokan.
Polisi hingga kini mengumpulkan informasi terkait kejadian tersebut.
"Untuk sementara rekan-rekan kami masih mengumpulkan informasi yang masuk dari masyarakat, kemudian untuk kejadian di beberapa titik masih dalam tahap penyelidikan," kata Gembong saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa malam.
"Apabila sudah ada titik terang terkait kejadian tersebut, kami akan secepatnya memberikan informasi ke awak media," sambungnya.
Ketua RT 2 RW 2 Kelurahan Karangjati, Sigit, menyampaikan kronologi bentrok di tengah jalan tersebut.
"Kayaknya mobil Pemuda Pancasila dari arah utara berhenti di bangjo (traffic light) karena lampu merah, kebetulan kepergok sama kelompoknya GRIB dari selatan, terus dimasa," kata Sigit sebagaimana dilansir Tribunnews.com.
Menurutnya anggota Pemuda Pancasila selain mengendarai mobil ada juga yang mengendarai sepeda motor.
Kelompok PP ada yang tidak bisa melarikan diri kemudian dihajar kelompok GRIB.
"Ndelalah ada 1 yang tidak bisa lari mas, dimasa, dihantam batu kepalanya, terus dia terkapar di trotoar situ, saya kasihan, saya amankan di teras," jelasnya.
Kelompok GRIB juga sempat mengancam akan menghabisi anggota PP itu ketika tidak melepas atribut yang dikenakan.
Korban tersebut juga berlumuran darah. Sejumlah orang yang mengalami luka kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Satu mobil dan tiga sepeda motor yang diduga milik anggota PP dirusak oleh anggota GRIB.
"Setelah itu, GRIB lari ke utara," ujarnya.
Ketua DPC GRIB Blora, Sugiyanto membenarkan anggota GRIB dari luar daerah Blora melakukan pengerusakan tersebut.
"Ini tadi dari Blora sudah dirembug. Yang penting pulang dengan damai, ya sudah pulang, dihadang sama PP Rembang makanya langsung dihancurkan itu. Polisi tahu itu, kita dari Kudus itu tidak semena-mena, diadang langsung dihabisin itu," kata dia saat dihubungi wartawan, Selasa (14/1/2025).
Selain di Karangjati Blora, aksi kerusuhan tersebut juga terjadi di Jalan Ngawen - Kunduran.
Dirinya mengaku anggota GRIB Semarang menjadi sasaran oleh anggota PP. Akibatnya korban dibawa ke rumah sakit.
"Kalau di Kunduran, itu memang dari semarang dihajar oleh PP itu terluka parah itu sekarang di RS Bhayangkara (Blora). Saya baru diimbau pak kapolres nanti ada penindakan juga dari kepolisian, bukan wewenang kita," terang dia. Kompas.com masih berupaya menghubungi pihak ormas Pemuda Pancasila terkait bentrok ini.
Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini
Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News
| WN Inggris yang Viral Tak Bayar Makan di Kafe Jakpus Terancam Deportasi |
|
|---|
| Satpol PP DKI Minta Maaf Terkait Video Viral Penertiban Pedagang Es Krim di CFD |
|
|---|
| Heboh Isu Pocong di Ciputat Timur Tangsel, Polisi Lakukan Penelusuran |
|
|---|
| Viral Pasangan Mesum di Balik Tembok Bantaran Rel Kereta Jatinegara, Satpol PP Koordinasi dengan KAI |
|
|---|
| Viral Pajero Tabrak Pedagang Buah di Duren Sawit Lalu Kabur, Polisi Lakukan Penyelidikan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/ormas-viral-minta-kerjaan.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.