Berita Jakarta
Respons MRT Jakarta Soal Keluhan Warga Area Lay Bay Antre Panjang Saat Kunjungan Bang Doel
PT Mass Rapid Transit atau MRT Jakarta (Perseroda) menanggapi kritik warga soal ketidaknyamanan saat memakai area lay bay untuk menurunkan penumpang.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Joko Supriyanto
TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - PT Mass Rapid Transit atau MRT Jakarta (Perseroda) menanggapi kritik warga soal ketidaknyamanan saat memakai area lay bay untuk menurunkan penumpang di Stasiun Lebak Bulus, Jakarta Pusat.
Diketahui, salah seorang warga bernama, Jilal Mardhani, kesal setelah melihat kendaraan rombongan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno alias Bang Doel diparkir di area yang seharusnya digunakan untuk menurunkan penumpang.
"Bersama ini kami sampaikan permohonan maaf atas keterbatasan kapasitas dan koordinasi yang kurang baik sehingga menimbulkan antrean pada saat kunjungan inspeksi Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, beserta Jajaran pada Selasa, 25 Februari 2025,” ujar Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Ahmad Pratomo dari keterangannya pada Rabu (26/2/2025).
Menurut dia, dalam kondisi tertentu, lay bay dapat mengalami kelebihan kapasitas atau over capacity. Soalnya volume kendaraan yang berlebih atau kendaraan berhenti cukup lama di lay bay, sehingga dapat memicu terjadinya antrean.
"Kejadian ini menjadi evaluasi bagi kami dan kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kepada seluruh penumpang, serta memprioritaskan kenyamanan, baik di area sekitar stasiun maupun di dalam kereta,” pungkasnya.
Diketahui, dalam video yang diunggah di akun Instagram @jilal.mardhani, dia menunjukkan mobil dinas B 1086 PDT yang terparkir di area penurunan penumpang MRT. Dengan nada tegas Jilal Mardhani menyampaikan kekecewaannya.
“Ran (Rano) Sorry ya, lu temen gue, tapi kok jadi brengs*k kayak gini lho. Ini tempat publik lho, apa-apaan lu kayak gini. Hah. Lu baru jadi Wagub dah belagu kayak gini lu,“ ucap Jilal.
Dia mengaku, kerap menyempatkan waktu untuk mengantar anaknya ke Stasiun MRT Lebak Bulus sebelum berangkat kerja. Jilal pun cukup memahami kondisi di sekitar stasiun tersebut.
Kata dia, area penurunan penumpang yang telah disediakan memang sering dalam keadaan kosong. Soalnya kebanyakan pengguna MRT Jakarta lebih memilih turun di sisi jalan, meskipun itu sebetulnya dilarang karena dapat mengganggu kelancaran lalu lintas.
“Saya tahu petugas yang ada di sana kewalahan, sehingga mereka tidak bisa menghela secara sempurna. Banyak atau masih banyak kendaraan-kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil, yang berhenti di sana (di sisi jalan),” tuturnya. (faf)
Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini
Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News
| Korban Kebakaran Pasar Jiung Dapat Bantuan Sosial dari Bhayangkari Jakarta Pusat |
|
|---|
| Warga Pesisir Utara Jakarta Diminta Siaga Potensi Banjir Rob hingga 5 Juni 2026 |
|
|---|
| Dicurigai Saat Pemeriksaan, Seorang Wanita Keciduk Bawa 15 Gram Sabu Saat Masuk Rutan Salemba |
|
|---|
| Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal: Kalo Ada Informasi Segera Lapor ke Kami |
|
|---|
| Rasuna Said Jadi Titik Baru CFD Jakarta Mulai 1 Juni 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/MRT-Jakarta_Lipsus-10-Tahun-Jokowi.jpg)