Senin, 13 April 2026

Alasan Sukatani Menolak dengan Tegas Jadi Duta Polri

Akibat lagi tersebut, personel Sukatani mendapat intimidasi oleh Polisi hingga akhirnya mengeluarkan pernyataan minta maaf

Editor: Joseph Wesly
@sukatani.band
TOLAK DUTA POLRI- Personel band punk Sukatani Muhammad Syifa Al Lufti dan Novi Citra Indriyati saat meminta maaf kepada Polri. Terbaru, Sukatani meolak jadi duta Polri. (@sukatani.band). 

TRIBUN TANGERANG.COM, JAKARTA- Grup Punk asal Purbalingga Sukatani menolak menjadi duta Polri.

Sukatani viral karena merilis lagu Bayar Bayar Bayar.

Akibat lagi tersebut, personel Sukatani mendapat intimidasi oleh Polisi hingga akhirnya mengeluarkan pernyataan minta maaf.

Sukatani juga menghapus lagu milik mereka dari platform berbagi lagu dan menariknya dari pasaran.

Namun akibat tekanan Polisi tersebut, lagu Bayar Bayar Bayar justru viral dan mendapat atensi masyarakat.

Karena itu netizen akhirnya mendukung Sukatani dan merasa polisi telah melakukan pelanggaran.

Mendapat sorotan, Kapolri Jenderal Listyo mengatakan tak masalah dengan lagu tersebut dan mengatakan Polri tidak anti kritik.

Buntutnya, polisi justru menawarkan Sukatani jadi duta polisi.

Terbaru, Sukatani memberikan pernyataan terbaru pada Sabtu (1/3/2025). 

Melalui unggahan di akun Instagram @sukatani.band, dua personelnya, Muhammad Syifa Al Lutfi dan Novi Citra Indriyati, mengungkapkan bahwa mereka masih dalam proses pemulihan setelah mengalami tekanan dan intimidasi sejak Juli 2024.

"Hallo kawan-kawan, mau mengabarkan bahwa kami dalam keadaan baik namun masih dalam proses recovery pascakejadian bertubi yang selama ini kami hadapi sejak Juli 2024 lalu," tulis Sukatani dalam unggahan tersebut.

Band asal Purbalingga, Jawa Tengah ini mengaku menerima tekanan dari pihak kepolisian, yang akhirnya mendorong mereka untuk mengunggah video klarifikasi terkait lagu mereka yang sempat viral.

"Tekanan dan intimidasi dari kepolisian terus kami dapatkan, hingga akhirnya video klarifikasi atas lagu yang berjudul ‘Bayar Bayar Bayar’ kami unggah melalui media sosial," lanjut mereka.

Mereka juga mengungkapkan mengalami kerugian baik secara materiil maupun nonmateriil.

Namun, dukungan dari masyarakat membuat mereka tetap bertahan menghadapi situasi tersebut.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved