Bikin Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Menangis, Terungkap Pemilik Modal Hibisc Fantasy Puncak
Meski memiliki izin namun pembangunan di lokasi hutan lindung tersebut diduga menjadi biang kerok banjir berulang di Bogor
TRIBUN TANGERANG.COM, BANDUNG- Beberapa hari yang lalu, viral aksi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menangis ketika melihat kerusakan alam di Puncak Bogor.
Dedi Mulyani menangis haru melihat alih fungsi lahan di puncak Bogor yang mengakibatkan kerusakan alam.
Meski memiliki izin namun pembangunan di lokasi hutan lindung tersebut diduga menjadi biang kerok banjir berulang di Bogor.
Melihat pemandang longsor dan bukit terbelah di kawasan tersebut membuat hari Dedi Mulyadi teriris.
Dedi Mulyadi pun tidak sanggup menahan haru dan meluapkan kesedihannya dengan menangis.
Dedi pun beregerak cepat dan menyengel empat lokasi wisata di puncak Bogor dan melarangnya kembali beroperasi.
Baca juga: Tangis Dedi Mulyadi Pecah Lihat Kerusakan Alam di Puncak Akibat Alih Guna Lahan: Siapa Beri Izin?
Ada empat lokasi ekowisata di daerah tersebut yang disegel oleh Dedi Mulyadi.
Satu di antara lokasi bermain yang disegel adalah Hibisc Fantasy Puncak Bogor.
Dedi Mulyadi akhirnya bertemu dengan perwakilan pemilik modal Hibisc Fantasy Puncak Bogor.
Dalam pertemuan tersebut terungkap pemilik modal Hibisc Fantasy Puncak adalah pengusaha dari Semarang, Jakarta, dan Bogor.
Kemudian pengelolaannya dilakukan PT Jaswita Lestari Jaya (JLJ), anak perusahaan BUMD Jabar, PT Jasa dan Kepariwisataan (Jaswita).
“Siapa yang punya modalnya sih?” tanya Dedi Mulyadi kepada perwakilan pemilik modal dikutip dari Instagram @dedimulyadi71, Sabtu (8/3/2025).
Baca juga: Dedi Mulyadi Menangis Lihat Kerusakan Alam di Puncak Bogor Akibat Pembangunan Tempat Wisata
“Yang punya PT Laksmana, domisilinya Semarang. Ada juga yang dari Jakarta dan Bogor. Namanya saya tidak tahu (yang Jakarta dan Bogor),” ujar perwakilan tersebut.
Bukan Tanggung Jawab Pemprov Jabar
Dedi kemudian mengatakan, kerugian yang diakibatkan dari pembongkaran Hibisc Fantasy Puncak Bogor bukan tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Dedi-Mulyadi4.jpg)