Jumat, 17 April 2026

Perdana Menteri Mongolia Oyun-Erdene Luvsannamsrai Mundur Pasca Pacar Putranya Pamer Tas Dior

Warga melakukan protes selama dua minggu di jalanan dan mendesaknya meninggalkan jabatannya

Editor: Joseph Wesly
(Mongoliagoverment)
PM MONGOLIA MUNDUR - Perdana Menteri (PM) Mongolia, Oyun-Erdene Luvsannamsrai mundur setelah didemo selama dua pekan. Demo dipicu dari unggahan gaya hiudp mewah sang anak dan pacar putranta yang unggah tas Dior hitam. (Mongoliagoverment) 

TRIBUN TANGERANG.COM, ULAANBAATAR- Perdana Menteri Mongolia Oyun-Erdene Luvsannamsrai mundur.

Oyun-Erdene Luvsannamsrai mundur setelah mendapatkan desakan dari warga Mongolia.

Warga melakukan protes selama dua minggu di jalanan dan mendesaknya meninggalkan jabatannya.

Protes dilakukan warga karena marah dengan sikap putranya yang justru pamer liburan mewah di tengah kesulitan ekonomi yangh dirasakan warga Mongolia.

Demo semakin intens setelah pacar putranya justru memerkan tas mewah Dior berwarna hitam.

Foto-foto dior hitam dan gaya hidup mewah putranya tersebut memicu penyelidikan antikorupsi dan protes massa selama berminggu-minggu.

Sempat membantah melakuka kesalah, Oyun-Erdene Luvsannamsrai mundur setelah kalah dalam mosi tidak percaya di parlemen pada hari Selasa.

Para pendemo mempertanyakan bagaimana keluarga Oyun-Erdene mampu membiayai kehidupan mewah seperti itu.

Disebut juga, badan antikorupsi negara itu telah menyelidiki keuangan mereka.

Foto tas Dior yang kabarnya diunggah oleh sang pacar itu diberi judul: "Selamat ulang tahun untukku". Foto lainnya diduga memperlihatkan pasangan itu berciuman di kolam renang.

Gambar-gambar tersebut telah dibagikan di media sosial dan dipublikasikan oleh media lokal.

Selama pemungutan suara mosi tidak percaya pada hari Selasa, 44 dari 88 anggota parlemen yang ikut serta dalam pemungutan suara rahasia memilih Oyun-Erdene, sementara 38 lainnya memilih menentangnya. Ia membutuhkan dukungan dari sedikitnya 64 dari 126 anggota parlemen.

"Merupakan suatu kehormatan untuk mengabdi kepada negara dan rakyat saya di masa-masa sulit, termasuk pandemi, perang, dan tarif," katanya setelah pemungutan suara.

Ratusan pengunjuk rasa, banyak dari mereka adalah kaum muda, telah turun ke jalan selama dua minggu sebelum pemungutan suara, menuntut pengunduran diri Oyun-Erdene.

Oyun-Erdene telah menepis tuduhan korupsi dan menuduh para kritikus melancarkan kampanye kotor terhadap dirinya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved