Israel Serang Iran

11 WNI yang Dievakuasi dari Iran Tiba di Tanah Air, 3 Orang di Antaranya Anak-anak

Alhamdulillah saudara-saudara yang sudah kita tinggu akhirnya tiba di Indonesia setelah melalui perjalanan pulang yang sangat panjang sampai lima

Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Joseph Wesly
(TribunTangerang/Gilbert Sem Sandro)
WNI DARI IRAN- Sebanyak 11 WNI yang dievakuasi dari Iran tiba di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta, Benda, Kota Tangerang, Banten, Selasa (24/6/2025). Beberapa jam sebelumnya 11 WNI dari Israel juga tiba di Bandara Soetta. (TribunTangerang/Gilbert Sem Sandro) 
Laporan Wartawan,
TRIBUNTANGERANG.COM, Gilbert Sem Sandro
TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Kloter pertama pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah konflik yakni Israel dan Iran telah tiba di Tanah Air.
Berdasarkan pantauan TribunTangerang.com pada Selasa (24/6/2025), 11 orang WNI berjalan keluar dari Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta, Benda, Kota Tangerang, Banten sekira pukul 19.37 WIB.
Sesampainya di Bandara Soetta, rombongan WNI tersebut dijemput oleh perwakilan Kemenlu dan juga Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) RI.
Sejumlah petugas keamanan mulai dari Polresta Bandara Soetta, Aviation Security (Avsec) dan beberapa security pun turut mengawal ketibaan belasan WNI tersebut.
Mereka dipulangkan dari Israel melalui Kantor Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) Amman di Yordania menggunakan maskapai penerbangan Turkish Airlines.
Pesawat dengan kode penerbangan TK56 itu berangkat dari Kota Baku, Azerbaijan sekira pukul 20.50 waktu setempat dengan rute Baku menuju Instanbul dan sampai di tujuan penerbangan akhir Tangerang.
Dengan pengawalan ketat, rombongan WNI tersebut berjalan santai dengan raut wajah gembira dan tenang saat menginjakan kembali kaki di Indonesia.
Dari 11 WNI yang dievakuasi itu, tiga orang diantaranya merupakan anak di bawah umur yang terdiri dari dua putra dan seorang anak perempuan. Selain itu terdapat juga empat orang mahasiswa, serta tiga orang wanita dan juga seorang pria dewasa yang ikut dalam rombongan.
Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, Andy Rahmianto mengatakan, pemulangan kloter pertama WNI itu tergolong rumit. 
Pasalnya suasana konflik yang semakin memanas di Timur Tengah membuat pemerintah harus mengatur stragegi demi mendapat akses untuk berangkat menggunakan pesawat penerbangan.
"Alhamdulillah saudara-saudara yang sudah kita tinggu akhirnya tiba di Indonesia setelah melalui perjalanan pulang yang sangat panjang sampai lima hari," ujar Andy saat diwawancarai awak media.
Adapun suasana pemulangan WNI semakin sulit pasca penyerangan terhadap tiga fasilitas nuklir Iran oleh Amerika Serikat lantaran membuat Iran menutup seluruh bandara dan jadwal penerbangan.
Hingga akhirnya Kantor Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) Amman di Yordania memutuskan membawa puluhan WNI menuju Azerbaijan agar dapat menjalani penerbangan menuju Turki dan Indonesia.
"Sejak tanggal 20 Juni 2025 lalu, mereka sudah kami keluarkan untuk mengikuti penjadwalan penerbangan ke Indonesia," kata dia.
"Lalu ketika AS juga melakukan penyerangan terhadap 3 fasilitas nuklir sempat terganggu penerbangan karena Iran menutup wilayah udaranya, termasuk jadwal penerbangan yang semula akan digunakan oleh 11 WNI yang dipulangkan hari ini," sambungnya.
Mulanya jumlah WNI yang dijadwalkan tiba usai dievakuasi pasca perang antara Iran dan Israel hari ini berjumlah 29 orang dengan menggunakan tiga kloter penerbangan.
Akan tetapi dua penerbangan yang mengangkut warga negara Indonesia tersebut ditunda lantaran penyerangan pasukan Iran ke markas Amerika Serikat yang berada di Qatar beberapa jam sebelumnya.
"Mengingat situasi dan perkembangan terbaru, jadwal ketibaan WNI evakuasi dari Iran menggunakan penerbangan Qatar Airways mengalami penundaan," tuturnya.
Menurut dia, belasan WNI yang telah berhasil dievakuasi tersebut berasal dari Jawa Timur dan Kalimantan Timur.
Kementerian Luar Negeri pun telah melakukan prosesi serah terima dengan dua Pemerintah Provinsi Jatim dan Kaltim atas pulangnya belasan WNI tersebut.
Selanjutnya enam orang akan dipulangkan menuju Jawa Timur dan lima orang lainnya akan dibawa ke kampung halamannya di Kalimantan Timur oleh pemerintah daerahnya masing-masing.
"Saya turut menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemprov Kalimantan Timur yang sudah menjemput keluarga kita disini," ucapnya.
"Tadi kami sudah lakukan prosesi serah terima dan InshaAllah secepatnya suadara-saudara kita ini bisa kembali ke kampung halamannya masing-masing bertemu dengan keluarga," jelas Andy. (m28)

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved