Kronologi Penumpang KA Sancaka Widya Anggraini Terkena Lemparan Batu dan Kondisi Terbarunya

Malangnya, serpihan kaca juga mengenai bagian matanya yang bisa membahayakan penglihatannya ke depan

Editor: Joseph Wesly
(Kolase Tangkap Layar)
TERKENA LEMPARAN BATU- Widya Anggraini, penumpang Kereta Api (KA) Sancaka jurusan Yogyakarta-Surabaya menjadi korban pelemparan batu oleh orang tak dikenal (OTK) pada Minggu (6/7/2025). Peristiwa itu terjadi saat kereta melintas di antara Stasiun Klaten, Jawa Tengah dan Stasiun Srowot pada pukul 22.45 WIB.(Kolase Tangkap Layar) 

TRIBUN TANGERANG.COM, KLATEN- Pepatah lama yang berbunyi 'malang tidak dapat ditolak, untung tidak bisa diraih' nampaknya mirip dengan yang dialami oleh Widya Anggraini.

Bagaimana tidak, Widya Anggraini yang sedang asyik membaca buku dan mendengarkan musik justru mendapati mukanya berdarah-darah setelah serpihan kaca melukai wajahnya.

Malangnya, serpihan kaca juga mengenai bagian matanya yang bisa membahayakan penglihatannya ke depan.

Serpihan kaca tersebut berasal dari batu besar yang memecahkan kaca jendela Kereta Api (KA) Sancaka.

Kala itu Widya tengah beperngian menggunakan Kereta Api Sancaka jurusan Yogyakarta-Surabaya.

Saat tengah menikmati perjalanana tiba-tiba kaca jendela pecah dan serpihannya mengenai wajahnya.

Pecahan kaca itu tanpa disadari Widya ternyata merobek kulit wakahnya sehingga membuat darah keluar dari wajah gadis cantik itu.

Batu yang menghujam kaca tersebut diduga dilempar Orang Tidak Dikenal saat kereta api tengah melntas.

Insiden pelemparan batu itu terjadi pada Minggu (6/7/2025) malam dan terekam oleh kamera ponsel miliknya

Peristiwa yang membuat korban syok itu teradi saat kereta melintas di antara Stasiun Klaten, Jawa Tengah dan Stasiun Srowot pada pukul 22.45 WIB.

Kronologi Kejadian

Awalnya korban sedang duduk di kursi penumpang sambil membaca buku.

Namun tiba-tiba kaca jendela kereta tersebut pecah dan serpihan kaca itu mengenai wajah korban.

"Naik kereta malam dari Jogja ke Surabaya. Semua tenang, sampai tiba-tiba…

BRAK!

Kaca gerbong dilempar batu dari luar," ujar korban, dikutip dari akun Instagram @widya_anggraini_awaw, Selasa (7/7/2025).

Akibat pelemparan batu tersebut, korban mengalami sejumlah luka di wajah hingga leher.

"Aku bahkan gak sadar sampai orang-orang di sekitar panik dan bilang, “Mbak, wajah dan leher berdarah!”, 

Kaca pecah masuk ke rambut, ke muka, bahkan sampai ke dalam baju," tulis korban dalam keterangan unggahan videonya.

Respons KAI

PT Kereta Api Indonesia menyampaikan permohonan maaf dan menyayangkan insiden yang dialami oleh korban.

Pihaknya juga mengutuk keras tindakan pelemparan batu itu.

"PT Kereta Api Indonesia mengutuk keras aksi vandalisme berupa pelemparan batu terhadap Kereta Api Sancaka (KA 88F) rute Yogyakarta–Surabaya Gubeng, pada 6 Juli 2025, di antara Stasiun Klaten dan Srowot. Serpihan kaca akibat pelemparan mengenai dua penumpang, yang segera mendapat perawatan medis dan asuransi dari KAI.

KAI menegaskan bahwa vandalisme, termasuk pelemparan batu, coret-coret, dan pengrusakan fasilitas kereta api, merupakan pelanggaran hukum yang membahayakan operasional dan kenyamanan penumpang. Sebagai respons, KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta meningkatkan patroli jalur rawan, memasang kamera pengawas, dan berkoordinasi dengan aparat kepolisian serta masyarakat setempat. Pelaku aksi vandalisme akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku," tulis akun Instagram @kai121_, Senin (7/7/2025).

Pelaku yang melakukan aksi vandalisme dapat dijerat dengan hukuman penjara hingga 15 tahun, bahkan bisa dikenai hukuman seumur hidup.

"Hukumannya diatur dalam KUHP Pasal 194 ayat 1 dan 2, dengan ancaman penjara hingga 15 tahun, bahkan seumur hidup jika menimbulkan kematian. Larangan juga tercantum dalam UU Perkeretaapian No. 23 Tahun 2007, Pasal 180, yang melarang perusakan prasarana perkeretaapian.

KAI mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan vandalism, demi keselamatan bersama dan mengajak semua pihak berkolaborasi menjaga keamanan transportasi publik.

Masyarakat diharapkan melaporkan tindakan mencurigakan melalui Contact Center KAI 121 atau WhatsApp 08111-2111-121.

Dirujuk ke Rumah Sakit Mata

Setibanya di Stasiun Solo Balapan, ia kemudian dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Triharsi Surakarta.

"Berhubung dokter spesialis mata malam itu tidak ada, jadi hanya dikasih obat dan dibersihkan seadanya," katanya.

Widya mengatakan, pihak KAI berencana merujuknya ke rumah sakit mata di Surabaya untuk perawatan lanjutan.

"Karena ada serpihan kaca yang masuk ke mata. Dijanjikan perawatan sampai sembuh," ujar Widya.

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved